Pernah Bawa 55 Kilogram Sabu dari Malaysia, Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hong Kong Raib Saat Dikejar

Pengakuan ini didapat setelah ‎a‎nggota DPRD Langkat, Sumatera Utara itu menjalani pemeriksaan di BNN.

Pernah Bawa 55 Kilogram Sabu dari Malaysia, Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hong Kong Raib Saat Dikejar
TRIBUN MEDAN
Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hong Kong, anggota DPRD Langkat, saat pengungkapan kasusnya, Selasa (21/8/2018). 

KADER Partai Nasdem Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hong Kong, ternyata sudah sering menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke Indonesia.

Pengakuan ini didapat setelah ‎a‎nggota DPRD Langkat, Sumatera Utara itu menjalani pemeriksaan di BNN.

Sebelumnya, Ibrahim Hong Kong diamankan bersama rekannya karena menyelundupkan tiga karung berisi sabu dan kurang lebih 30 butir ekstasi.

Baca: Krisdayanti Ingin Bikin Kota Batu Lebih Maju dan Berkembang

"Ibrahim mengaku bukan yang pertama kali, (tapi) sudah berkali-kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut," ungkap Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal (Irjen) Arman Depari kepada wartawan, Rabu (22/8/2018).

Masih menurut pengakuan Ibrahim, tepatnya di pertengahan Juli 2018, Ibrahim pernah membawa sendiri 55 kilogram sabu dari Malaysia.

Saat itu, kata Arman Depari, upaya Ibrahim sudah tercium oleh petugas BNN. Namun ketika dilakukan pengejaran, Ibrahim menghilang di perkampungan sekitar Pangkalan Susu.

Baca: Antrean di Terminal Transit Bandara Soekarno-Hatta Membeludak, Maskapai Diminta Ikut Sediakan Bus

"Keterangan Ibrahim ketika dikejar oleh anggota BNN, sabu seberat 55 kg tersebut dibawa dengan mobil, dan dia sendiri yang menjadi sopir sehingga lolos dari pengejaran," tutur jenderal bintang dua itu.

Ke depan, ungkap Arman, pihaknya akan ‎terus mengembangkan keterlibatan Ibrahim. Selain ancaman pidana mati karena menyelundupkan narkoba, petugas juga membidik Ibrahim dengan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Untuk mengusut tuntas dan mengetahui harta milik Ibrahim, mulai kemarin tim TPPU BNN telah menggeledah rumah dan mencari aset yang bersangkutan.

Baca: SBY: Pemilu Bukan Perang Baratayuda untuk Saling Menghancurkan

"Terutama di Aceh dan di Langkat untuk disidik dengan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang," lanjut Arman.

Sebelumnya, BNN membongkar sindikat jaringan peredaran gelap narkoba di Aceh dan Pangkalan Susu, Sumut, pada Minggu (19/8/2018) dan Senin (20/8/2018).

Dari tujuh orang yang diamankan, satu di antaranya adalah Ibrahim Hong Kong (45). Dia diamankan saat melaksanakan sosialisasi pencalonan berikutnya untuk periode 2019-2024 ,di Pangkalan Brandan, Minggu (19/8/2018).

Penangkapan pada Ibrahim Hongkong dan rekan-rekannya merupakan pengembangan dari penangkapan sabu-sabu 150 kg oleh BNN di Perairan Sei Lepan. Selain menyita ratusan kilogram sabu, BNN juga menyita 30 ribu pil ekstasi kwalitas terbaik dari Ibrahim Hong Kong. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help