Narkotika

Pelajar Dites Urine untuk Menyongsong Mimpi Jakarta Bebas Narkotika pada 2030

Roadshow soliasisasi bahaya narkotika dan tes urine terhadap siswa menjadi proteksi generasi muda terhindar bahaya narkotika

Pelajar Dites Urine untuk Menyongsong Mimpi Jakarta Bebas Narkotika pada 2030
Warta Kota/Feryanto Hadi
Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta menggelar deteksi dini narkoba di SMPN 251 Jakarta dengan cara melakukan tes urine, Kamis (23/8/2018). 

Kemajuan daya saing suatu negara di dalam peta global saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Salah satu faktor yang signifikan memengaruhi adalah tingkat pendidikan rata-rata yang dimiliki oleh mayoritas penduduk di negara tersebut.

"Hal tersebut sejalan dengan kondisi bonus demografi yang akan didapatkan oleh bangsa Indonesia di tahun 2030," ucap  Khrisna Anggara, Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DKI Jakarta saat kegiatan deteksi dini Narkoba di SMPN 251 Jakarta, Kamis (23/8/2018).

"Bonus demografi adalah kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding non produktif. Kondisi ini biasanya dimanfaatkan oleh suatu negara untuk menggenjot tingkat pertumbuhan ekonominya," ujarnya.

Baca: 228 Pegawai Dinas Koperasi dan UMKMP Jalani Tes Urine Dadakan

Namun demikian, selain memberikan pendidikan layak, tugas negara adalah untuk memastikan bahwa setiap warga negara bebas dari penyalahgunaan narkoba.

"Kami dari BNNP DKI Jakarta terus melakukan upaya-upaya deteksi dan pencegahan dini. Tujuannya, pada 2030 ibukota DKI Jakarta bisa bebas penggunaan narkotika," ucapnya.

Dia menuturkan, data penelitian BNN dan Puslitkes Universitas Indonesia tahun 2017 menyebutkan bahwa dari sekitar 3,3 juta jiwa penyalahguna narkoba di Indonesia saat ini sebanyak 24 persennya berasal dari kalangan pelajar.

"Dengan roadshow soliasisasi bahaya narkotika dan tes urine terhadap siswa, kami harap bisa menjadi proteksi bagi generasi muda agar terjauh dari bahaya narkotika," ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN 251, Rosnani mengaku senang diadakan pemeriksaan urine untuk pertama kali di sekolahnya.

Baca: Ratusan ASN Dinas Pendidikan DKI Jakarta Jalani Tes Urine

Pasalnya, tidak semua sekolah mendapatkan kesempatan yang sama mengikuti tes urine.

"Sangat bagus kegiatan ini bisa dilakukan di sekolah kami karena bisa mengidentifikasi seandainya ada siswa-siswi yang menggunakan narkoba", ujarnya.

Rosnani berharap, kedepannya ada tindak lanjut untuk para siswa-siswi, setelah mereka mengikuti kegiatan tes urine.

Pemeriksaan narkoba melalui tes urine ini dilakukan kepada 597 orang yang terdiri dari siswa-siswi, guru, dan karyawan.

Hasil pemeriksaan urine ke-597 orang tersebut negatif alias tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved