HUT PAN ke-20 Sengaja Tak Undang Jokowi dan Koalisi Indonesia Kerja, Karena Ini

Untuk memperingati 20 tahun berdirinya, partai yang lahir di penghujung kekuasaan Orde Baru itu akan menggelar syukuran di kantor DPP PAN

HUT PAN ke-20 Sengaja Tak Undang Jokowi dan Koalisi Indonesia Kerja, Karena Ini
Wartakotalive.com/Hamdi Putra
Sekjen PAN Eddy Soeparno di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018). 

Tepat 20 tahun yang lalu, sekitar 50 tokoh nasional dan ribuan massa pendukungnya mendeklarasikan berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) di Istora Senayan Jakarta.

Para tokoh tersebut diantaranya Amien Rais, Faisal Basri, Hatta Rajasa, Rizal Ramli, Abdillah Toha, Goenawan Mohammad, Toety Heraty, Albert Hasibuan, AM Fatwa, Emil Salim, Alvien Lie Ling Piao dan Zoemrotin serta tokoh-tokoh lainnya.

Untuk memperingati 20 tahun berdirinya, partai yang lahir di penghujung kekuasaan Orde Baru itu akan menggelar syukuran di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/8/2018) pukul 19.30 WIB.

Adapun tema yang akan diusung adalah sesuai dengan slogan PAN, 'Bela Umat Bela Rakyat'.

Tidak hanya dalam HUT ke-20, slogan tersebut juga merupakan tema besar nasional dalam menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno saat jumpa pers bersama sejumlah pengurus DPP PAN antara lain Dedi Purnama, Indah Fitriyani, Ine Damayanti Hakim dan Soni Soemarsono di kantor DPP PAN, Rabu (22/8/2018) sore.

Menurut Eddy Soeparno, dalam usia 20 tahun banyak yang telah dicapai oleh PAN sebagai anak kandung, pencetus dan lokomotif reformasi yang digagas oleh Amien Rais dan kawan-kawan.

'Banyak yang sudah kami capai, kami upayakan tetapi masih banyak yang ingin kami tingkatkan dan ingin kami hasilkan kepada masyarakat luas kepada konstituen maupun kepada masyarakat Indonesia secara keseluruhan," ujar Eddy Soeparno.

Dalam acara syukuran Kamis malam, PAN mengundang tokoh-tokoh dari internal maupun eksternal partai.

Dari kalangan internal akan hadir para pendiri dan Pimpinan PAN, DPP, Mahkamah Partai, Majelis Pertimbangan Partai dan Dewan Kehormatan Partai.

Sedangkan dari kalangan eksternal PAN mengundang pasangan capres-cawapres Parbowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, partai koalisi pendukung (Gerindra, PKS, Demokrat, PAN) tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh lintas agama.

"Tapi kami barusan mendapatkan kabar bahwa kemungkinan Pak Prabowo akan absen karena saat ini masih berada di luar kota, tetapi Insya Allah mas Sandiaga Uno akan hadir dan seluruh teman-teman dari partai koalisi pengusung capres-cawapres pendukung Sandiaga Uno akan hadir," tutur Eddy Soeparno.

PAN sengaja tidak mengundang Presiden dan Wakil Presiden petahana (Jokowi-Maruf Amin_red) dan partai-partai yang berada di luar koalisi dengan alasan keterbatasan waktu dan tempat.

Eddy Soeparno berjanji akan menyebar undangan tanpa tebang pilih dalam acara yang lebih besar pada akhir tahun ini.

"Kalau kita undang seluruhnya nanti kami khawatir ada yang diundang ada yang tidak diundang nanti justru membuat kita menjadi tidak enak, tidak nyaman dalam hubungan ke depannya," ucap Eddy Soeparno.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved