Gempa Bumi

Hanya Gempa Magnitudo 7,5 di China Ini yang Sukses Terprediksi, Lainnya Meleset

Pakar gempa sedunia sepakat bahwa gempa bumi belum dapat diprediksi dengan akurat kapan, dimana, dan berapa magnitudonya.

Hanya Gempa Magnitudo 7,5 di China Ini yang Sukses Terprediksi, Lainnya Meleset
Kompas.com
WARGA memeriksa rumah mereka yang roboh di Desa Sembalun, Pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. 

GEMPA Haicheng, China, berkekuatan M=7,5 terjadi pada 4 Februari 1975. Ini merupakan satu-satunya peristiwa gempa di dunia yang sukses terprediksi.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Dr Daryono MSi dalam laman http://www.bmkg.go.id, Rabu (22/8/2018).

Kegiatan prediksi tersebut sudah dilakukan sejak awal pertengahan Desember 1974 dan China sukses mengevakuasi penduduk kota Haicheng beberapa jam sebelum gempa bumi.

Hasilnya, 90% bangunan kota hancur akibat gempa ini, tetapi penduduk kota telah dievakuasi sebelum kejadian. Hampir 90.000 orang penduduk terselamatkan.

Tapi, itu ternyata hanya menjadi kenangan indah, karena, meski dilakukan dengan metode yang sama dan didukung dengan teknologi yang lebih canggih, nyatanya sederet peristiwa gempa besar merusak dan mematikan terus mendera China dengan ratusan hingga ribuan korban tewas terus berjatuhan hingga sekarang.

Jepang juga menjadi negara paling getol dalam kajian prediksi gempa tetapi ternyata gempa-gempa besar terus terjadi tanpa mau memberi tahu dan tanpa permisi.

Bahkan gempa dahsyat yang memicu tsunami Tohuku 2011 yang menelan korban puluhan ribu orang, menjadi catatan penting bahwa prediksi yang mereka lakukan ternyata meleset.

Ahli Gempa 'Lempar Handuk'

Amerika serikat tidak kalah hebat dalam riset prediksi gempa. Mega proyek prediksi di sesar besar San Andras untuk menjawab kapan "The Big One" terjadi, ternyata juga tak memberi hasil memuaskan.

Jalur sesar San Andreas ini terus dimonitor dinamikanya dengan GPS. Alat pengukur regangan strainmeter dan tiltmeter juga dipasang di beberapa lokasi jalur sesar.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help