Dinas Pendidikan Tangerang Selatan Bantah Ada Anggaran Fiktif Rp 96 Miliar

Total adanya dugaan fiktif anggaran dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2017 sebesar Rp 96 miliar.

Dinas Pendidikan Tangerang Selatan Bantah Ada Anggaran Fiktif Rp 96 Miliar
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Direktur Kebijakan Publik dan Pemerhati Pendidikan Ibnu Jandi melaporkan dugaan anggaran fiktif di Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, ke Kejaksaan Agung. 

KEPALA Dinas Pendidikan Tangerang Selatan Taryono buka suara terkait laporan dugaan anggaran fiktif ke Kejaksaan Agung. Ia menyebut laporan tersebut keliru.

Diberitakan Warta Kota sebelumnya, Direktur Kebijakan Publik dan Pemerhati Pendidikan Ibnu Jandi melaporkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke Kejaksaan Agung. Laporan tersebut perihal adanya dugaan anggaran fiktif pada Dinas Pendidikan Tangerang Selatan.

Total adanya dugaan fiktif anggaran dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2017 sebesar Rp 96 miliar. Rinciannya, Rp 71 miliar untuk SD, dan Rp 25 miliar untuk SMP.

Baca: Dugaan Anggaran Fiktif di Dinas Pendidikan Tangerang Selatan Dilaporkan Ke Kejaksaan Agung

"Alhamdulillah tidak ada masalah seperti itu," ujar Taryono kepada Warta Kota, Kamis (23/8/2018).

Ia mengaku sudah mengeceknya secara akurat, bahkan hingga dilakukan pemeriksaan berulang-ulang.

"Kan sudah diperiksa oleh Inspektorat dan BPK," ucapnya.

Baca: Dugaan Anggaran Fiktif di Dinas Pendidikan Tangsel yang Dilaporkan ke Kejagung Mencapai Rp 96 Miliar

Taryono mengklaim sudah menjelaskan hal ini kepada pelapor.

"Saya dan beserta jajaran sudah ketemu, penjelasannya sudah clear, tidak ada selisih," jelas Taryono.

"Sekarang kan boleh melaporkan apa saja. Itu hak masyarakat untuk melakukan seperti itu," sambungnya.

Baca: Wakil Ketua Umum PPP: Hati-hati Milenials, Jangan Pilih Santri Poles

Sedangkan Ibnu Jandi selaku pelapor, membantah keras pernyataan Taryono. Jandi menyebut pihak Dinas Pendidikan Tangerang Selatan hingga kini belum bisa menunjukkan dugaan kekeliruan angka-angka anggaran fiktif itu.

"Sampai sekarang belum ada penjelasannya. Ini jelas-jelas ada kekeliruan," kata Jandi. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved