Kredit Cepat Sasar Menengah ke Bawah Pinjaman Cepat

Untuk mencegah nasabah tidak terjerat kredit macet, untuk peminjaman awal, maksimal hanya diberi pagu Rp 1,5 juta.

Kredit Cepat Sasar Menengah ke Bawah Pinjaman Cepat
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pinjaman instan berbasis aplikasi saat ini banyak ditawarkan ke masyarakat. Salah satu indikator agar kredit aman dan nyaman jasa tersebut terdaftar di OJK. Salah satunya PT Alfa Finance Indonesia yang mengeluarkan KreditCepat. Tampak CEO Adinda Artemissia (tengah berkerudung), Operation Manager Indonesia Rizki Raflian Mulia (batik coklat) dan Marketing Communication Specialist Daniel Aditya Tumiwa (batik abu-abu). 

SEJAK adanya teknologi digital, meminjam uang pun tidak lagi seribet dulu.

Bila persyaratan lengkap dan akurat, uang tunai langsung bisa didapat hanya dalam hitungan menit lewat aplikasi atau biasa disebut financial technology (Fintech).

Animo masyarakat Indonesia untuk mendapatkan dana pinjaman cepat inipun tinggi dan ditangkap peluang pasar dengan kemunculan Fintech yang menjamur.

Masyarakat perlu kehati-hatian untuk memilih jasa ini. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, sangat disarankan masyarakat meminjam di Fintech yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Marketing Communication Specialist PT Alfa Finance Indonesia Daniel Aditya Tumiwa mengatakan, saat ini Fintech yang tercatat di OJK ada 66.

Namun, sayangnya yang tidak tercatat di OJK disinyalir lebih banyak.

Bahkan, ia mencatat ada sekitar 276.

Banyak diantaranya berasal dari China.

"Tantangan terbesar adalah memisahkan kami dari persepsi buruk Fintech ilegal yg tidak menyenangkan ke masyarakat yang jadi korban Fintech ilegal. Masyarakat harus terus disosialisasi dan harus bijaksana dalam memilih Fintech. Agar aman dan nyaman sebaiknya memilih jasa pinjaman yang terdaftar di OJK saja," ujar CEO PT Alfa Finance Indonesia yang memiliki jasa pinjaman KreditCepat Adinda Artemissia kepada Warta Kota, Senin (20/8/2018).

Masalah kerahasiaan data-data jadi salah satu pertimbangan ketika memilih Fintech ilegal, agar jangan disalah gunakan.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help