Kemenkominfo Anggap Tangerang Rujukan Smart City

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memilih Kota Tangerang sebagai rujukan pengembangan daerah Smart City.

Kemenkominfo Anggap Tangerang Rujukan Smart City
Warta Kota
Kemenkominfo ke TLR (Tangerang Live Room) 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memilih Kota Tangerang sebagai rujukan pengembangan daerah Smart City.

Para peserta Diklat Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo ke TLR (Tangerang Live Room) untuk belajar pengembangan Smart City.

 Kabid Penyelenggaraan Pusat Diklat Kemenkominfo Syamsu Aidil menyampaikan alasannya menjadikan Kota Tangerang rujukan visitasi.

Menurutnya selama ini pengembangan Smart City Kota Tangerang sudah masuk dibanyak nominasi penghargaan dan memenangkannya.

 "Tangerang ini kami lihat, kami tahu punya inovasi yang baik. Mungkin juga nanti pengelolaannya bisa kami terapkan," ujar Syamsu dalam sambutannya di Tangerang LIVE Room, Gedung Puspem Kota Tangerang, Selasa (21/8/2018).

 Syamsu juga menambahkan pengelolaan dan pemeliharaan dari aplikasi yang sudah di ada di Kota Tangerang sangat baik. Aplikasi yang memang tidak digunakan masyarakat akan dikaji kembali.

 "Pak Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri tadi kan menginstruksikan mana aplikasi yang kiranya masyarakat ini tidak begitu tahu atau kurang manfaat, akan dibenahi lagi apa yang salah dan apa yang kurang," ucapnya.

 Seperti diketahui peserta Diklat Kepemimpinan Kemenkominfo ini diikuti sebanyak 36 peserta. Terdiri dari eselon III dan  IV dilingkungan Kementerian Kominfo, LPP TVRI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

 Sementara itu, Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri yang menyambut langsung rombongan Diklat Kemenkominfo menyampaikan selama ini Kota Tangerang dengan jumlah penduduknya yang tak kurang dari 2 juta jiwa terus melakukan pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

 "Tuntutan masyarakat semakin besar sehingga penggunaan IT diperlukan demi menunjang kebutuhan masyarakat kaitan dengan pelayanan publik," kata Dadi.

 Hingga saat ini telah berhasil dibangun sebanyak 172 aplikasi yang sudah kokohkan dalam 2 kelompok. Terbagi antara E-gov 92 aplikasi yang ranahnya mencakup internal pemkot dan sisanya untuk public service yang ranahnya mencakup percepatan pelayanan masyarakat.

 "Aplikasi yang sudah dibangun ini adalah hasil kerja keras dari 36 tenaga ahli, dan hasil aplikasi layanan publik kami ada didalam satu fitur aplikasi yaitu Tangerang LIVE," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved