Gempa Bumi

515 Orang Meninggal Akibat Gempa Lombok, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 7,7 Triliun

Dana itu akan digunakan untuk membuat NTB kembali seperti sebelum terjadi gempa.

515 Orang Meninggal Akibat Gempa Lombok, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 7,7 Triliun
Warta Kota/Adhy Kelana
Warga kota Mataram, Lombok, masih takut untuk pulang ke rumah mereka lantaran gempa susulan masih menghantui mereka, Senin (20/8/2018). 

TOTAL kerugian dan kerusakan akibat gempa di Lombok, Bali, dan Sumbawa, ditaksir mencapai Rp 7,7 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah kerugian itu berdasarkan hitung cepat pihaknya.

"BNPB memperkirakan kerugian dengan hitung cepat sampai hari ini Rp 7,7 triliun," ujar Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).

Baca: Sutopo Purwo Nugroho: Status Bencana Nasional Menunjukkan Kelemahan

Hitung cepat itu, ucap Sutopo Purwo Nugroho, berdasarkan lima sektor, yakni permukiman, infrastrukur, ekonomi prediksi, sosial, dan lintas sektor. Menurut Sutopo, dana BNPB belum mencukupi untuk menutupi kerugian tersebut.

"Paling banyak sektor permukiman hampir 65 persen (rusak)," ucap Sutopo Purwo Nugroho.

Untuk melakukan recovery, kata Sutopo Purwo Nugroho, dana dari pemerintah daerah belum mencukupi. Sehingga, diperlukan bantuan dari pemerintah pusat. Misalnya, dari pagu anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, atau Kementerian Sosial.

Baca: Jokowi Siapkan Inpres, Penanganan Gempa di NTB akan Seperti Bencana Nasional

"Untuk melaksanakan pembangunan rehabilitasi rekonstruksi termasuk pendanaan," jelas Sutopo Purwo Nugroho.

Dana itu akan digunakan untuk membuat NTB kembali seperti sebelum terjadi gempa. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, untuk perbaikan kontruksi seperti bangunan, diperkirakan paling lambat selesai dua tahun ke depan.

Sutopo Purwo Nugroho berujar, 515 korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Kemudian, sebanyak 7.145 orang mengalami luka-luka. Per Kamis (16/8/2018), jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang.

"Sementara itu, 73.843 rumah rusak dan 798 fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan rumah peribadatan," papar Sutopo Purwo Nugroho. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved