Juara Robotik Internasional Terinspirasi Kondisi Sawah Kampung Halamannya

Juara satu International Youth Robotic Competition (IYRC) di Beijing, China mengaku terinspirasi kondisi sawah di kampung halamannya.

Juara Robotik Internasional Terinspirasi Kondisi Sawah Kampung Halamannya
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Siswa MTSN 1 Tangerang Selatan yang menjadi juara satu International Youth Robotic Competition (IYRC) di Beijing, China, saat ditemui di di MTSN 1 Tangsel, Jalan Pajajaran no. 31, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (21/8/2018). 

JUARA satu International Youth Robotic Competition (IYRC) di Beijing, China mengaku terinspirasi kondisi sawah di kampung halamannya.

Zidanelfaya Resqi, salah satu dari empat siswa MTSN 1 Tangerang Selatan yang menduduki peringkat satu di kancah internasional itu menciptakan sensor irigasi air dan sensor hama burung dan tikus.

Hal itu ia ciptakan bersama teman-temannya setelah melihat kondisi kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

"Untuk mencegah kekeringan, jadi sawah banyak yang kekeringan, banyak yang kena hama juga," kata Zidanelfaya di MTSN 1 Tangsel, Jalan Pajajaran no. 31, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (21/8/2018).

Zidanelfaya Resqi, Givan Chiraghia, Nabil Zidane, dan Isma Givan serta pembimbingnya, Imam Sucipto kemudian berdiskusi untuk menciptakan solusi atas permasalahan itu.

"Kita ini negara agraris, ini adalah permasalahan petani di Indonesia, ternyata pengairan yang menjadi problem, kemudian adalah hama. Kita diskusikan bersama anak-anak, terciptalah project ini," ungkap Imam Sucipto.

Mereka kemudian menciptakan replika kincir angin yang akan berputar dan mengaliri air dari bendungan jika sensor mendapati kondisi sawah tengah kekeringan.

Selain itu, solusi hama burung ditampilkan dengan sensor ultrasonik yang akan menangkap gerakan burung yang melintas di atas replika sawah yang mereka ciptaka.

Saat burung terdeteksi, orang-orangan sawah akan segera berputar dan mengeluarkan bunyi yang nyaring.

Hal serupa juga dilakukan pada hama burung, terdapat sensor dan jebakan tikus yang ditanam di bagian pinggir sawah.

Jebakan yang berbentuk keranjang akan otomatis menutup jika sensor menangkap gerakan mencurigakan.

Solusi robotik yang ditawarkan oleh kelompok MTSN 1 itu berhasil menarik perhatian para juri saat berkompetisi, posisi pertama pun akhirnya mereka raih dalam ajang yang digelar tanggal 15 dan 16 Agustus lalu.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help