Asian Games 2018

Jepang Pulangkan Atletnya karena Ketahuan 'Jajan', Menpora: Atlet Harus Jaga Norma karena Jadi Idola

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendukung kontingen Jepang memulangkan empat atletnya karena pergi ke tempat prostitusi.

Jepang Pulangkan Atletnya karena Ketahuan 'Jajan', Menpora: Atlet Harus Jaga Norma karena Jadi Idola
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo membawa lari obor api Asian Games 2018 bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kiri) di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (17/8/2018). Api melewati 54 kota dan kabupaten di 18 provinsi di Indonesia dengan menempuh jarak sekitar 18.000 kilometer akan dinyalakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat pada saat acara pembukaan pada 18 Agustus 2018. 

MENTERI Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendukung kontingen Jepang memulangkan empat atletnya karena pergi ke tempat prostitusi.

"Ya saya kira itu norma- norma yang sudah diberlakukan oleh masing-masing kontingen negara," ujar Imam Nahrawi, ditemui usai menutup diklat Paskibraka 2018 di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Keputusan Komite Olimpiade Jepang (JOC) yang memerintahkan keempat atlet tersebut meninggalkan laga bertanding di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, dinilai Imam Nahrawi perlu diapresiasi dengan baik.

Baca: Unduh Aplikasi Gowes, Pengunjung Bisa Bersepeda Keliling Monas Gratis

"Atlet itu adalah figur bagi semua kita, karenanya tentu apa yang dilakukan oleh Jepang itu sesuatu yang sangat baik sekali dan perlu kita apresiasi," tuturnya.

Pria yang berasal dari Jawa Timur ini berharap, kejadian yang menimpa atlet dari Negeri Matahari Terbit tersebut tak terjadi pada atlet Indonesia.

Imam Nahrawi menuturkan, atlet merupakan figur yang biasanya diidolakan, sehingga semua yang dilakukannya menjadi contoh.

Baca: Adiknya Ditangkap KPK, Zulkifli Hasan Minta Maaf kepada Warga Lampung

"Dan saya berharap atlet Indonesia juga melakukan hal yang sama (menjaga norma), karena apa pun atlet itu adalah idola," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, empat  atlet Tim Basket Jepang, yakni Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura, ketahuan mengunjungi tempat prostitusi di kawasan Jakarta, mengenakan seragam Timnas Jepang.

Dikutip dari AFP, JOC mengambil keputusan tersebut karena telah mengindetifikasi kejadian dari fakta-fakta yang ada.

"Saya merasakan malu yang sama. Kami meminta maaf mendalam dan sekarang kami akan memberikan bimbingan menyeluruh kepada seluruh atlet kami," papar Chef de Mission Jepang Yasuhiro Yamashita, Senin (20/8/2018). (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help