Distanikan Kota Bekasi Belum Temukan Hewan Kurban Tidak Layak Komsumsi

Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perikanan (Dinastanikan) Kota Bekasi belum menemukan hewan kurban yang tidak layak komsumsi.

Distanikan Kota Bekasi Belum Temukan Hewan Kurban Tidak Layak Komsumsi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Distanikan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak penjual hewan kurban di Pekayon Bekasi Selatan. 

JELANG Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perikanan (Dinastanikan) Kota Bekasi belum menemukan hewan kurban yang tidak layak komsumsi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Distanikan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti, mengungkapkan selama hampir dua pekan sebelum hari raya Idul Adha Dinas bersama para dokter hewan berkeliling ke sejumlah lapak pedagang hewan kurban tidak ditemukan hewan kurban yang tidak layak komsumsi.

"Hasi laporan pemeriksaan petugas di lapangan, belum ada ditemukan hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Artinya yang benar-benar membahayakan jika dikomsumsi tidak ada. Kami belum menemukan," ujarnya kepada Warta Kota, pada Selasa (21/8/2018).

Satia menambahkan pihaknya hanya menemukan 27 hewan kurban di Kota Bekasi dalam kondisi sakit.

"Ya kita temukan 27 hewan kurban terserang penyakit saat tim pemeriksaan ke menyambangi lapak-lapak hewan kurban, tapi sudah bisa langsung kami atasi, karena sakitnya ringan sehingga besok bisa digunakan untuk berkurban," ujar Satia.

Satia mengatakan, 27 Hewan kurban yang mengalami sakit langsung dilakukan penindakan dengan cara memberikan perawatan berupa obat serta meminta kepada pedagang untuk dipisahkan agar tidak dijual terlebih dahulu sampai kondisi hewan sehat.

Gejala yang kerap ditemukan tim pemeriksa hewan kurban berupa sakit seperti mata belekan, diare, terluka bekas ikatan tali, terkilir saat proses pengiriman hewan dari daerah asal.

"Kita sudah berikan tindakan, seperti untuk sakit mata kita beri salep mata Erlamycetin, lalu untuk diare kita beri obat colibact, lalu ada juga kita beri suntik vitamin, antibiotik, biosan dan sulpidon," jelas Satia

Pihanya sampai saat ini terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan dengan menerjunkan enam tim yang disebar ke 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

"Kita akan tetap terus lakukan pemeriksaan, karena kan batas penjualan ini sampai tiga hari tasyrik," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help