Butuh Waktu 15-20 Tahun untuk Ganti Komponen Vaksin MR Agar Bisa Halal

Perusahaan itu mengungkapkan, vaksin MR yang digunakan untuk imunisasi di Indonesia diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

Butuh Waktu 15-20 Tahun untuk Ganti Komponen Vaksin MR Agar Bisa Halal
Istimewa
Vaksin Rubella 

PT Biofarma selaku distributor vaksin Measles Rubella (MR) di Indonesia, sedang mengembangkan riset untuk membuat vaksin hasil sendiri yang halal dan bebas dari unsur najis dalam proses pembuatannya.

Meski begitu, Biofarma mengaku perlu sekira 15-20 tahun untuk mengganti komponen vaksin MR saat ini.

"Untuk mengganti salah satu komponen vaksin MR memerlukan riset dan membutuhkan waktu yang relatif lama, 15-20 tahun untuk menemukan komponen yang baru," demikian pernyataan Biofarma dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (21/8/2018).

Baca: Meski Mengandung Babi dan Organ Manusia, 85 Persen Anak di Jakarta Barat Sudah Divaksin MR

Perusahaan itu mengungkapkan, vaksin MR yang digunakan untuk imunisasi di Indonesia diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

"Ini adalah vaksin satu-satunya yang memenuhi syarat WHO berdasarkan aspek keamanan, kualitas, dan keampuhan produk," terangnya.

Sayangnya, hasil pemeriksaan LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan vaksin MR itu mengandung babi dan organ tubuh manusia yang haram digunakan Umat Muslim.

Baca: Belum Berpayung Hukum, Anies Baswedan Tetap Berikan Fasilitas kepada Ojek Daring

Fatwa MUI menyatakan, pemakaian produk haram ini untuk imunisasi hukumnya mubah (dibolehkan) dalam keadaan darurat dan selama belum ada vaksin MR yang halal dan suci.

MUI pun mengimbau pemerintah dan produsen mengupayakan kehalalan produk itu demi kemaslahatan umat.

"Ke depan kami akan berkoordinasi lebih baik dengan MUI dalam pengembangan produk vaksin baru maupun dalam produk yang akan diimpor ke Indonesia," papar pihak Biofarma.

"Mempertimbangkan dampak dari campak dan Rubella, kami mengimbau masyarakat mendukung pelaksanaan program kampanye vaksin MR dari Kemenkes RI," sambungnya. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help