Ribuan Ojek Online di Kota Bekasi Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Sekitar 2.500 pengendara ojek online dari Go-Jek terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Ribuan Ojek Online di Kota Bekasi Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan pengendara ojek online itu yang mendaftar di tenda yang dibangun petugas di lapangan Kaliabang, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (20/8/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI---Sekitar 2.500 pengendara ojek online dari Go-Jek terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Kota Bekasi.

Bahkan diprediksi ada sekitar ratusan pengendara ojek online itu yang mendaftar di tenda yang dibangun petugas di lapangan Kaliabang, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (20/8/2018).

Mereka memproteksi dirinya dalam jaminan sosial itu karena tahu bahwa risiko pekerjaannya di jalan raya cukup tinggi.

Baca: Bursa Saham Masih Labil, BPJS Ketenagakerjaan Perbanyak Investasi ke Surat Utang dan Deposito

Pengemudi ojek online, Anto (26), mengaku terbantu dengan adanya layanan ini.

Menurut dia, banyak rekan sesama ojek yang mengalami musibah di tengah jalan saat bekerja seperti kecelakaan lalu lintas.

Dampak dari kecelakaan itu, kata Anto, beragam seperti luka ringan, luka berat hingga berdampak pada kematian.

"Saya khawatir kalau terjadi apa-apa (kecelakaan) saat kerja nanti siapa yang mau menanggung. Makanya saya ikut daftar menjadi peserta BPJS-TK," kata Anto.

Baca: BPJS Kesehatan Melakukan Uji Coba Sistem Rujukan Online Mulai 15 Agustus 2018

Anto mengatakan, keinginannya untuk mendaftar BPJSTK semakin kuat manakala berkaca pada pengalaman rekannya sesama ojek bernama Herawati Dona (40).

Dua tahun lalu, Herawati mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ketika mengantar pesanan konsumen.

Dalam kondisi luka ringan, Herawati lalu berobat ke rumah sakit terdekat dengan biaya sekitar Rp 500.000.

Untungnya biaya tersebut bisa diklaim oleh BPJS-TK cabang Kota Bekasi, meski membutuhkan waktu selama sepekan.

"Tapi sekarang katanya, kami enggak perlu bayar pakai uang sendiri lagi, tapi tinggal tunjukin kartu peserta BPJS-TK," ata Anto.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing Salurkan JHT Hingga Rp 45 Miliar

Di kesempatan yang sama, Herawati mengaku rutin menyampaikan betapa pentingnya layanan kesehatan ini kepada sesama rekan ojek online.

Dia berharap, agar sesama rekan ojek online bisa mendapatkan layanan ini, sehingga bila terjadi kecelakaan saat berkerja maka ada pihak yang menanggung biaya perawatan.

"Risiko kecelakaan yang dialami ojek online sangat tinggi karena selain bertugas mengantar penumpang, kita juga bekerja mengantar dokumen ataupun makanan. Keseharian kita mencari nafkah adalah di lapangan (jalan raya)," kata Herawati.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help