Pengembang Besar Bakal Membangun Hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pengembang menyambut baik paket kebijakan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelonggaran kredit di sektor properti.

Pengembang Besar Bakal Membangun Hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
tribunnews.com
Ilustrasi rumah sederhana

Dengan diizinkannya penyaluran kredit untuk pembebasan lahan, maka para pengembang kecil yang selama ini fokus membangun rumah MBR akan lebih leluasa menambah cadangan lahan.

"Namun Margin keuntungan rumah MBR itu tidak besar," kata Indaryanto.

Baca: Pengaduan Soal Konsumen VS Pengembang Properti Nomor 3 Terbanyak

Saat ini PP Properti tidak memiliki rencana masuk dan mengembangkan properti segmen MBR.

Pasalnya, segmen pasar tersebut sudah digarap oleh saudaranya, yakni PP Urban.

Direktur Utama Mitra Bangun Realtindo, Tomi Wistan, juga menyambut baik pelonggaran aturan kredit properti oleh OJK, terutama tentang penghapusan larangan kredit untuk pembelian lahan.

Selama ini kucuran kredit tersebut hanya diperbolehkan untuk Bank BTN.

Awalnya, BTN memberikan kredit maksimal Rp 5 miliar dengan syarat 50 persen dari nilai transaksi di akta jual beli.

Belakangan, BTN tidak membatasi nilai kredit, akan tetapi berdasarkan luas lahan maksimal 20 hektare.

Adapun kredit yang dikucurkan sebesar 70 persen dari nilai pembelian lahan tersebut.

"Kebijakan OJK akan membuat bank lain yang selama ini tidak fokus membiayai perumahan akan percaya diri mengucurkan kredit untuk akuisisi lahan," katanya.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help