Pengembang Besar Bakal Membangun Hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pengembang menyambut baik paket kebijakan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelonggaran kredit di sektor properti.

Pengembang Besar Bakal Membangun Hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
tribunnews.com
Ilustrasi rumah sederhana

WARTA KOTA, PALMERAH---Pengembang menyambut baik paket kebijakan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelonggaran kredit di sektor properti.

Relaksasi aturan tersebut dinilai bakal mendorong pengembang besar untuk membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sehingga program sejuta rumah bisa tercapai.

Dalam paket kebijakan kredit properti, OJK akan menurunkan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) untuk kredit properti dari 35 persen menjadi 20 persen-35 persen.

OJK juga menghapus larangan pemberian fasilitas kredit kepada pengembang untuk pembelian lahan.

Baca: Ada Sejumlah Cara Dalam Memasarkan Produk Properti Agar Tepat Sasaran

Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk., Olivia Surodjo, menilai kebijakan OJK ini akan merangsang gairah pengembang untuk menggarap proyek rumah murah.

"Kemungkinan besar para pengembang baru di sektor masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan muncul," kata Olivia baru-baru ini.

Tidak menutup kemungkinan bagi Metland untuk masuk pasar hunian MBR jika tersedia lahan yang prospektif untuk dikembangkan.

Baca: Pengaduan Kasus Properti Didominasi Pembangunan yang Tidak Jelas

Saat ini, Metland memang belum membidik MBR karena tidak memiliki lahan yang cocok untuk segmen tersebut.

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk., Indaryanto, juga berpendapat kebijakan OJK bisa mempercepat realisasi proyek sejuta rumah.

"Kendala pengembangan rumah subsidi dari sisi pengadaan lahan akan bisa diatasi dengan kebijakan OJK ini," kata Indaryanto.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help