Gempa Lombok

Pedagang Kaki Lima Desak Jokowi Jadikan Gempa Lombok Sebagai Bencana Nasional

APKLI mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menetapkan musibah tersebut sebagai Bencana Nasional.

Pedagang Kaki Lima Desak Jokowi Jadikan Gempa Lombok Sebagai Bencana Nasional
Kompas TV
Suasana gempa di Lombok yang tidak menimbulkan tsunami, Minggu (19/8). 

Minggu (19/8/2018), Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) dan 7,0 SR.

Belum diketahui berapa jumlah korban jiwa.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendesak Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menetapkan musibah tersebut sebagai Bencana Nasional.

Permintaan tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKLI, Ali Mahsun mengingat bumi NTB terus bergetar sejak gempa utama terjadi pada Minggu (5/8/2018) lalu.

Sehingga tercatat ada sebanyak 814 kali gempa hingga Minggu (19/8/2018),

Setiap hari ditemukan korban meninggal dunia hingga saat ini sudah lebih 460 korban meninggal dan ribuan luka berat.

Ada pengungsi lebih dari 340.000 dan setiap jengkal tanah yang aman digunakan untuk tempat pengungsi.

Sudah uluhan ribu bangunan, mulai dari tempat ibadah masjid, rumah dan bangunan lainnya hancur dan rusak.

Penderitaan masyarakat NTB katanya, semakin hari semakin berat, mengingat bantuan makanan dan minuman, tenda dan alas tidur, pakaian anak-anak dan selimut, obat-obatan masih sangat terbatas dan stoknya makin menipis.

"Rakyat Indonesia terutama korban gempa Lombok seakan nasib dan masa depannya tidak terpikirkan sama sekali. Untuk itu, selaku Ketua Umum DPP APKLI dan Presiden Rakyat Kecil Indonesia, saya mendesak Presisen Jokowi untuk segera tetapkan gempa Lombok menjadi bencana nasional," ungkapnya dihubungi pada Minggu (19/8/2018) malam.

Lewat penetapan status tersebut, lanjutnya, penanganan korban gempa, rehabiltasi tempat ibadah dan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi rakyat bisa dilakukan dengan cepat, terukur, integratif dan maksimal.

Namun kondisi berbeda justru terjadi, penderitaan korban gempa yang semakin berat seakan terabaikan oleh para elit politik dan pemimpin Republik, Mereka katanya disibukkan dengan pencitraan dan uforia Pilpres RI 2019.

"Korban gempa Lombok tidak butuh euforia dan pencitraan Capres Cawapres RI 2019, yang mereka butuhkan saat ini adalah Negara RI dalam hal ini Pemerintah RI hadir segera menangani," tambah Ali yang diketahui ahli pertahan tubuh jebolan FK Unibraw dan FK UI

"Saya sudah perintahkan Kordinator Nasional (KORNAS) APKLI Peduli Gempa Lombol NTB untuk membuka posko dan menggalang bantuan dana dan material untuk membantu meringankan pemderitaan mereka. Juga sudah perintahkan segenap jajaran APKLI se Indonesia untuk melakukan hal yang sama," ungkapnya.

"Bahkan dalam waktu dekat, APKLI akan lakukan Konser Amal Peduli Korban Gempa Lombok di Jakarta. InsyaAllah 27-29 Agustus mendatang," tuturnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help