Idul Adha 2018

Omzet Anjlok 60 Persen, Pedagang Hewan Kurban Duga karena Pengaruh Asian Games 2018

Pria yang sudah hampir 40 tahun berjualan hewan kurban ini mengaku sudah biasa menelan pil pahit jika omzet menurun.

Omzet Anjlok 60 Persen, Pedagang Hewan Kurban Duga karena Pengaruh Asian Games 2018
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Penjual hewan kurban di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (20/8/2018). 

SEJUMLAH pedagang hewan kurban mengeluh omzet penjualan menurun dibandingkan tahun lalu. Para pedagang mengaku omzet pendapatan anjlok 60 persen.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pedagang, Somad (50).

Dirinya mengaku penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini tidak sesuai harapan dibandingkan tahun lalu.

Hingga H-2 Idul Adha tahun lalu, Somad mengaku berhasil menjual sekitar 150 hewan kurban, namun untuk tahun ini belum ada setengah hewan kurban ia jual.

Baca: Gerindra Koalisi dengan Demokrat, Politikus Hanura: Itulah Jurus Mabuk Prabowo

"Tahun ini omzet menurun parah dibandingkan pada tahun lalu. Kalau tahun kemarin aja saya bisa 150 terjual di H-2 ya itu, tapi sekarang 60 aja tidak ada, berarti menurun dong," ungkap Somad saat ditemui di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (20/8/2018).

Somad mengaku tidak mengatahui pasti apa penyebab menurunnya omzet penjualan dibandingkan tahun lalu, namun dirinya memperkirakan Asian Games 2018 juga mempengaruhi hal tersebut.

"Ya bisa jadi Asian Games pengaruh juga, tapi kita juga sebagai pedagang bingung juga kenapa, karena kan di Jaktim sendiri ada beberapa masjid yang dilarang memotong, jadi mungkin hal itu bisa menjadi faktor pembeli turun," ulasnya.

Baca: SBY: Pemilu Bukan Perang Baratayuda untuk Saling Menghancurkan

Baca: Polda Metro Tunggu Kehadiran Sam Aliano Terkait Laporan Nikita Mirzani

Baca: Jokowi Sebut Lindswell Kwok Ratu Wushu Asia

Pria yang sudah hampir 40 tahun berjualan hewan kurban ini mengaku sudah biasa menelan pil pahit jika omzet menurun.

Sehingga, hewan kurban yang tidak terjual akan dikembalikan lagi ke tempat penampungan di Jawa Timur.

Ada beberapa jenis hewan kurban yang ia jual di lapaknya, di antaranya limosin, sapi madura, dan beberapa jenis sapi lainnya. Di antara sapi yang ia jual berbobot paling besar 700 kilogram.

"Kalau di sini dibawa satu ton, kalau harga paling murah untuk kambing berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. Kalau sapi saya kurang paham harganya, ada teman saya yang lebih tahu, tapi setahun saya itu paling murah sekitar Rp 16 jutaan," bebernya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved