Kenali Tanda-tanda Kerusakan Saraf Tepi, Bila Dibiarkan Bisa Terjadi Kelumpuhan

Jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas, dan kesemutan dapat menetap dan mengarah pada kelumpuhan.

Kenali Tanda-tanda Kerusakan Saraf Tepi, Bila Dibiarkan Bisa Terjadi Kelumpuhan
Kompas.com
Ilustrasi kesemutan. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Neuropati atau gangguan dan kerusakan saraf berisiko memberi dampak permanen jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.

Penyakit ini seringkali diawali dengan gejala kebas dan kesemutan ringan, menurunnya fungsi saraf, seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak, hingga kecacatan permanen yang berpengaruh pada kualitas hidup.

Gejala awal kebas dan kesemutan seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.

Baca: Melatih Saraf Untuk Mencegah Neuropati

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, dr Manfaluthy Hakim SpS(K), mengatakan, jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas, dan kesemutan dapat menetap dan mengarah pada kelumpuhan.

Manfaluthy mengatakan, saraf dengan kerusakan lebih dari 50 persen sudah tidak dapat diperbaiki.

Baca: Tidak Semua Kesemutan Gejala Neuropati

Salah satu contoh kerusakan saraf adalah carpal tunnel syndrome (CTS).

CTS dengan kondisi parah dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan menetap.

Rasa nyeri tersebut, jata Manfaluthy, dapat membuat fungsi tangan menjadi terbatas, sehingga dapat menimbulkan kelumpuhan otot dan mengakibatkan kecacatan yang berpengaruh pada pekerjaan penderita.

Dari fisik terlihat, tergantung dari jenis saraf yang terkena, bila saraf tangan yang terkena dan tidak mendapatkan pengobatan yang baik maka telapak dan jari-jari tangan menjadi melengkung.

Baca: Awas! Penderita Neuropati Diderita Usia 40 Tahun ke Atas

"Infeksi akibat neuropati banyak dialami oleh mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka. Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi," kata Manfaluthy dalam temu media beberapa waktu lalu.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved