Gempa Lombok

Fahri Hamzah Memohon dari Arafah Agar Jokowi Tetapkan Gempa NTB Sebagai Bencana Nasional

Kehadiran negara, lanjutnya, dirasakan melalui tindakan menyeluruh melalui dua alas, yakni regulasi dan penganggaran.

Fahri Hamzah Memohon dari Arafah Agar Jokowi Tetapkan Gempa NTB Sebagai Bencana Nasional
youtube Fahri Hamzah Official
Fahri Hamzah saat acara 'ngopi bareng fahri' di Makassar. 

DIGUNCANG gempa berkali-kali dengan korban jiwa mencapai ratusan orang, status bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (5/8/2018) hingga Minggu (19/8/2018) lalu tidak berubah, yakni bencana daerah.

Padahal, banyak pihak berharap bencana tersebut dapat dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional, sehingga mendapatkan penanganan yang maksimal.

Salah satunya disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, lewat status twitternya @FahriHamzah.

Berbeda dengan status twitter sebelumnya yang menyindir pemerintah pusat dengan menggambarkan buruknya keadaan warga NTB di posko pengungsian, kali ini Fahri Hamzah terkesan memelas.

Baca: Gempa 7 SR di Lombok Aktivitas Baru dan Berbeda dari yang Sebelumnya

Dirinya pun memohon kepada Presiden Joko Widodo agar dapat memberikan bantuan dalam skala besar dengan status apa pun.

Dalam kicauannya, Fahri Hamzah meminta agar Jokowi dapat menetapkan status bencana nasional terhadap gempa NTB, serta meminta agar negara dapat hadir membantu rakyatnya.

"Pak @jokowi, Pimpin negara untuk memutuskan cara membantu rakyat NTB. #LombokSumbawaBerduka maka putuskanlah status apapun yang penting ada bantuan besar. Hampir 1000 kali gempa dan ratusan ribu pengungsi apakah kurang? Dari Arofah aku memohon.

Negara mesti hadir dalam tindakan yang besar. Karena negara merupakan perhimpunan seluruh sumber daya masyarakat.

Ia wujud dari kekokohan kolektif energi bangsa. Ayolah pak @jokowi ambil keputusan cepat, kerahkan sumberdaya negara. #BantuNTB," tulisnya

Fahri Hamzah yang berasal dari Sumbawa Barat, NTB, menyebutkan rakyat Indonesia sangat kuat dan memiliki solidaritas tinggi.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help