Wisata Budaya

Dinosaurus Muncul Jadi Pemenang Karnaval 'Sedekah Bumi' di Desa Sumari Gresik

Selain adu kreativitas, setiap ikon RT yang ditampilkan harus didukung oleh warga saat berkeliling kampung sebagai kriteria penilaian bagi pemenang.

Dinosaurus Muncul Jadi Pemenang Karnaval 'Sedekah Bumi' di Desa Sumari Gresik
Kompas.com/Hamzah
Ibu-ibu bercaping dan berkebaya membawa bakul berisi sayuran saat acara karnaval 'Sedekah Bumi' di Desa Sumari, Gresik, Jawa Timur, Minggu (19/8/2018). 

Tidak hanya Markunah, beberapa warga desa lain juga banyak yang terlihat menonton acara adu kreativitas yang ditampilkan di Desa Sumari tersebut.

Meskipun untuk menontonnya, mereka harus rela kepanasan akibat sinar terik matahari.

Tiga penilaian

Penilaian yang meliputi tiga aspek yakni penampilan, kekompakan tim saat berlangsungnya karnaval, serta kreativitas dari masing-masing ikon.

Pemenang karnaval 'Sedekah Bumi' jatuh pada RT 006 A yang mengusung ikon dinosaurus yang dipadu dandanan ala warga Papua.

“Hewannya (ikon) bagus, lucu-lucu, senang lihatnya. Saya tadi menunggu sejak pagi, pukul 07.00 WIB, meski mulainya agak siang. Nggak apa-apa sih, kan hari ini sekolah libur,” ucap Suci (11), warga setempat.

Agenda karnaval keliling kampung sendiri dimulai sekitar pukul 08.30 WIB, dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

Selepas acara, semua warga baik dari Desa Sumari sendiri maupun yang berasal dari luar, diajak untuk menikmati sajian tumpeng yang dibawa oleh masing-masing RT, untuk dinikmati bersama di balai desa setempat.

“Selain untuk menghormati jasa para leluhur, saya juga senang warga cukup antusias dalam acara seperti ini. Semua dana ini, murni sumbangan secara sukarela dari warga di setiap RT, saya hanya kasih support saja," kata Arif.

"Sementara untuk hadiah hanya bersifat sebagai penghargaan atas keativitas yang sudah ditunjukkan, itu pun dari dana pribadi dan tidak sepeser pun memakai anggaran desa,” kata Kepala Desa Sumari, Arif,lagi.

Arif mengatakan, selain acara karnaval berkeliling kampung, Sedekah Bumi kali ini juga mengagendakan berbagai acara melestarikan tradisi leluhur.

Misalnya, sebelum rangkaian karnaval, didahului ritual kirim doa di pusara leluhur desa, dan ditutup pergelaran wayang Minggu (19/8/2018) malam.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved