Gempa Lombok

Alasan Fahri Hamzah Minta Jokowi Tetapkan Gempa NTB Jadi Bencana Nasional

Terdapat alasan lain mengapa Fahri Hamzah dapat segera menetapkan status Bencana Nasional terhadap gempa di Nusa Tengara Barat.

Alasan Fahri Hamzah Minta Jokowi Tetapkan Gempa NTB Jadi Bencana Nasional
Istimewa
Begini salah satu kerusakan akibat gempa yang terjadi di Lombok, Minggu (19/8/2018). 

BUKAN hanya percepatan rehabilitasi bangunan serta pemulihan warga dari bencana alam, terdapat alasan lain mengapa Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Fahri Hamzah dapat segera menetapkan status Bencana Nasional terhadap gempa di Nusa Tengara Barat (NTB).

Lewat akun twitternya @FahriHamzah ketika dirinya tengah meninjau pelaksanaan Ibadah Haji 2018 di Arafah, Mekkah, Saudi Arabia pada Minggu malam (19/8/2018), dirinya memaparkan sejumlah alasan.

Alasan tersebut antara lain, belum adanya lembaga nasional yang dibentuk secara khusus untuk menangani bencana di NTB sejak gempa utama berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) terjadi pada Minggu (5//8/2018) serta gempa berkekuatan serupa pada Minggu (19/8/2018).

Selain itu, fakta jika penanggulangan bencana belum berjalan maksimal, pemerintah pusat katanya masih menganangi bencana NTB selayaknya bencana biasa.

Sementara pemerintah daerah serta petugas yang tengah berjuang di lapangan senyatanya juga merupakan korban bencana.

"Sampai saat ini, kita belum dengar ada "kelembagaan nasional" untuk penanganan gempa NTB. Jakarta masih merespon bencana Lombok dengan birokrasi normal. Sementara Pemda diminta berdiri kokoh menanggapi gempa. Sedangkan orang2 Pemda juga sebenarnya adalah korban," jelasnya.

"Aparat Pemda saya saksikan sendiri kebingungan dengan skala bencana ini. Mereka juga korban, tapi kita meminta mereka untuk mengurus diri mereka mandiri. Sungguh tindakan yang tidak bijak. #BantuNTB," tambah Fahri.

Tidak hanya sejumlah alasan khusus, percepatan rehabilitasi kawasan lewat penetapan status Bencana Nasional katanya juga untuk menghindari adanya permainana politik.

Terlebih jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2019 mendatang.

"Apalagi, bencana ini dekat dengan momentum Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019. Kita mempercepat pemulihan nya, agar bencana ini tidak tersandera oleh momentum politik. Agar mereka tidak dilupakan atau dimanfaatkan. #BantuNTB," jelas Fahri.

Dalam postingannya, dirinya memohon kepada Presiden Republik Indonesia (RI) agar dapat segera menolong rakyat NTB saat ini.

Apalagi dengan kondisi angin badai yang menerpa Arafah bersamaan dengan Gempa NTB, Fahri mengaku merasakan kepedihan yang dialami warganya yang menjadi korban.

"Pak @jokowi, Saya menulis pesan ini dari dalam tenda di Arofah, tempat saya bermalam. Ada keanehan malam ini tak seperti biasa, Arofah dipukul hujan dan angin kencang. Saya merasa menemani bangsa saya sendiri yg ditimpa bencana. #BantuNTB," tulisnya

"Pada batas itu saya menemukan kesadaran, bahwa Tuhan menggenggam nasib kita. Dan kita merasa kecil dan sepi. Maka, saling peduli dan bekerjasama dalam kebaikan hati akan menyembuhkan luka yg lahir hari-hari. Di situ negara harus lebih peduli. Itu saja yang terlintas dari dalam tenda yang ditempa hujan dan angin di padang Arofah ini. Semoga Allah SWT melindungi buni kita, melindungi Ummat manusia dan bangsa Indonesia di dalamnya. Hasbunallah wa ni’mal wakil. #BantuNTB #BencanaNasionalForNTB," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved