Rumahnya Dibedah Pemerintah, Renty Terharu

"Dulu, saya malu, dan apa daya memang tidak punya uang untuk merenovasikan rumah saya. Atap bocor, tembok retak,

Rumahnya Dibedah Pemerintah, Renty  Terharu
warta kota
Bedah rumah di di RT 01/01, Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Ketiga kalinya pihak Kecamatan Kebon Jeruk dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Baziz dan Corporate Social Responsbility (CSR) gerakkan program bedah rumah warga miskin.

Kini, satu rumah kumuh milik Renty  (60), yang beralamat di RT 01/01, Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Tak disangka, cukup memakan waktu selama dua-tiga bulan, rumah Irene kini nampak layak untuk dihuni bersama suami, beserta delapan anaknya. Saat peresmian, Minggu (19/8/2018) pagi hingga siang ini, Renty pun hanya sanggup terperangah dan terkagum-kagum kala melihat kediamannya yang kini megah tak lagi reot.

Sebelum dibedah rumah wanita yang diketahui profesinya hanya pekerja serabutan ini, nyaris roboh, dan sangat tidak layak untuk dihunikan. Atap rumah yang banyak lubangnya, sehingga di kala hujan mendera, kerapkali basahi lantai rumahnya itu.

Bersama kedelapan anaknya, Renty pun terlihat menitikkan air mata, dan tak bosan untuk ucap rasa terima kasihnya kepada pemerintah serta masyarakat setempat, yang sudah bantu untuk bedah kediamannya selama puluhan tahun dia tinggali. Irene juga bersyukur, karena saat ini ia tak malu lagi menerima tamu di rumahnya.

"Dulu, saya malu, dan apa daya memang tidak punya uang untuk merenovasikan rumah saya. Atap bocor, tembok retak, kalaupun ada angin, rumah saya mungkin rubuh. Sekarang saya tak malu lagi menerima tamu. Saya senang rumah saya sudah asri," ucapnya di lokasi peresmian.

Nampak, kini rumah Renty sudah berlantai dua. Terhitung, ada tiga kamar tidur dan satu kamar mandi.

Dua kamar tidur berada di lantai atas dan satu kamar tidur lainnya ada di lantai bawah. Ketika belum dibedah tak nampak dapur terbangun di kediamannya. Keluarga besar Irene kini dapat memasak makanan yang diinginkan di dapur.

Sementara, Camat Kebon Jeruk, Abdullah, akui bersyukur warganya kini tinggal di rumah yang lebih layak huni. Sebab sebelumnya rumahnya Sumantri tidak bisa disebut layak untuk dihuni.

"Pemerintah Kota, Kecamatan, Kelurahan, dan Bazis hingga masyarakat memang turun untuk membantu membedah kediaman Sumantri. Di rumah ini, sebelumnya memang tak layak buat dihuni. Mau rubuh, bahkan atapnya bocor, dan temboknya banyak yang retak. Di bedah rumah ini, menggunakan dana Bazis dan ada bantuan warga setempat juga. Ditotal Rp 50 Juta, untuk dua lantai. Rumahnya sangat kecil, namun kini asri untuk dihuni," papar Abdullah.

Tidak hanya di Kedoya Selatan. Sebelumnya di Kedoya Utara sudah ada dua rumah yang telah berhasil dibedah. Abdullah menerangkan, soal program bedah rumah juga turut dibantu pihak warga setempat.

"Di sini wajib hukumnya warga setempat turut andil membantu warganya yang emang butuh bantuan. Contoh, RT setempat berikan rumah kontrakan selama rumahnya dibedah. Bayarin sewa kontrakannya ya Pak RT-nya. Ini, sebagai bentuk gotong-royong. Maka itu saya meminta dengan segera kepada Lurah-lurah untuk data-datakan dan catat rumah warganya yang juga butuh untuk dibedah," ungkapnya.

Program bedah rumah, kata Abdullah kembali, harus memiliki sertifikat rumah dan AJB (Akta Jual Beli). Program bedah rumah itu, tak untuk rumah bibir kali.

"Rumahnya yang mau dibedah harus ada AJB atau sertifikat rumah lah. Bedah rumah ini, tak untuk warga bibir kali. Saya mengimbai, untuk semua lurah untuk data warganya yang mana saja yang membutuhkan program ini," ungkap Abdullah. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved