Transportasi Jakarta

Makan Waktu 14 Hari Perjalanan dari Jepang, Empat Rangkaian MRT Tiba di Tanjung Priok

Ada empat rangkai Kereta Mass Rapid Transit (MRT) sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (18/8/2018).

Makan Waktu 14 Hari Perjalanan dari Jepang, Empat Rangkaian MRT Tiba di Tanjung Priok
Warta Kota/Alex Suban
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) dipersiapkan di Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018) saat kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Ada empat rangkai Kereta Mass Rapid Transit (MRT) sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (18/8/2018).

William Sabandar, selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta memaparkan keempat rangkaian kereta MRT berangkat sejak 14 hari dari pelabuhan Toyohashi, Jepang.

"Keempat rangkaian MRT menggunakan kapal pengakut SE Potentia, dari Jepang. Selama 14 hari dan baru tiba kemarin," kata William, pada Minggu (19/8/2018).

Diujarkannya, kedatangan keempat gerbong ini MRT kini memiliki enam rangkaian kereta. Ujar William kembali, kedatangan empat rangkaian kereta ini susul dua rangkaian kereta lain yang saat ini tengah digunakan pada dalam System Acceptance Test (SAT).

"Rngkaian kereta MRT Jakarta telah berjumlah 6 rangkaian. Untuk fase 1 MRT Jakarta (Lebak Bulus-Bundaran HI). Rencananya fase pertama ini MRT bakal menggunakan 14 rangkaian dan dengan dua diantaranya jadi cadangan. Selain itu, MRT saat ini masih melakukan pengiriman terhadap gerbong-gerbong lainnya dari Jepang dan pengiriman rangkaian kereta terakhir pada November 2018," ungkapnya.

Terhadap empat gerbong yang ada, dijelaskan William kembali pihaknya ini akan segera kirim empat kereta itu ke Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Pengiriman dilakukan bertahap hingga mulai dari Minggu (19/8/2018) - Senin (27/8/2018) mendatang. Lalu, rangkaian kereta MRT yang diproduksi Nippon Sharyo Jepang terdiri dari 6 kereta. Sehingga pengiriman kali ini terdiri dari 24 kereta. Di setiap malam akan dikirim empat kereta ke Depo Lebak Bulus," terangnya.

Direktur Kontruksi MRT, Silvia Halim, mengakui apabila pembangunan MRT tengah memasuki tahap finishing. Ujicoba berkalanya akan dapat dilakukan sebelum dioperasikan dibulan Maret 2019 mendatang.

"Terkait progresnya, proyek hingga di akhir Juli 2018 kemarin capai 95,33 persen. Kalau dirinci 93,41 persen di pembangunan depo, dan seksi elevated atau layang, serta 97,26 persen untuk bawah tanah. Bisa dibilang ini tinggal finishing saja," ucapnya.

Kini kondisi MRT tengah memasuki ujicoba, di jalur utama hingga pada September 2018.

"Maka itu bila dilihat di Depo MRT Lebak Bulus, hilir mudik kereta bakal terlihat jelas. Sebelum ujicoba ini dibulan Juni-Juli 2018, rangkaian ini pun dilakukan uji coba signaling. Sedangkan di 12 November 2018, ujicoba operasi sistemnya (perkeretaapian) secara terintegrasi oleh pihak kontraktor," katanya.

"Baru pada 8 Desember 2018, mulai dilakukan ujicoba kereta ke 2-16 di jalur utama. Untuk di 15 Februari 2019 itu, dilakukan ujicoba sistem perkeretaapian secara penuh (full trial run) dan bakal dilakukan MRT Jakarta. Sementara pada akhir Maret 2019 MRT Jakarta Fase I itu resmi beroperasi secara komersial," lanjutnya. (BAS).

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved