Warga Kampung Akuarium : Lebih Pedih Dijajah Bangsa Sendiri

WALAUPUN Indonesia sudah merdeka dari penjajah sejak 73 tahun yang lalu, masih banyak masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan yang hakiki.

Warga Kampung Akuarium : Lebih Pedih Dijajah Bangsa Sendiri
WARTA KOTA/HAMDI PUTRA
Warga Kampung Akuarium bergotong-royong menghias 'Gerobak Museum Bahari' dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, Jumat (17/8/2018). 

WALAUPUN Indonesia sudah merdeka dari penjajah sejak 73 tahun yang lalu, masih banyak masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan yang hakiki.

Salah satunya dirasakan oleh warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak rumah mereka digusur pada 11 April 2016 silam, hingga kini nasib warga Kampung Akuarium tak kunjung ada kejelasan.

Di tengah reruntuhan dan puing-puing bekas penggusuran serta cuaca panas pantai Utara Jakarta, warga Kampung Akuarium hanya berlindung di bawah shelter atau tempat tinggal sementara yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta.

Listrik, air bersih, masalah sulitnya mendapatkan pekerjaan dan pendidikan bagi anak-anak Kampung Akuarium menjadikan kepiluan mereka semakin pedih.

Janji-janji pejabat DKI Jakarta ketika berkunjung ke Kampung Akuarium tatkala ada momen-momen tertentu hanya tinggal janji tanpa realisasi yang jelas.

Hal itulah yang membuat penghuni Kampung Akuarium belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Ketika Warta Kota menyambangi kampung yang tidak jauh dari Museum Bahari dan Menara Syahbandar itu pada HUT RI ke-73, Jumat (17/8/2018) siang, salah seorang warga yang bernama Dharma Diani menceritakan betapa pedihnya penderitaan yang mereka rasakan.

Baginya, arti kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Bahkan, sesungguhnya masih banyak warga Indonesia yang merasa terjajah, bukan oleh bangsa asing melainkan oleh pemerintah sendiri.

Kemerdekaan dalam pandangannya adalah bebas berekspresi, bisa memiliki tempat tinggal yang nyaman, memperoleh pendidikan yang laik dan dapat mencari nafkah dengan tenang melalui pekerjaan yang jelas.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved