Berita Populer

PWNU Jogja Haramkan Umat Tonton ILC, DK PWI: NU Salahgunakan Idiom Agama dan Langgar UU Pers

Dewan Kehormatan PWI anggap fatwa haram tonton ILC sebagai bentuk penyensoran gaya baru dan melanggar UU Pers.

PWNU Jogja Haramkan Umat Tonton ILC, DK PWI: NU Salahgunakan Idiom Agama dan Langgar UU Pers
istimewa
Acara ILC meraih rating tertinggi pada hari Selasa (14/8/2018) yang menampilkan nara sumber antara lain Prof Mahfud MD. 

PWNU Yogyakarta mengharamkan umat  menonton tayangan ILC yang mengandung unsur provokatif, SARA, dan penyebaran fitnah.

Fatwa tersebut dikeluarkan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/8/2018) lalu.

Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ilham Bintang langsung  menanggapi fatwa tersebut.

Melalui siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Ilham Bintang menganggap fatwa PWNU Yogyakarta (Jogja) itu sebagai bentuk sensor gaya baru.

"Fatwa haram PWNU Yogyakarta terhadap ILC- TVOOne dapat dianggap sebagai tindak penyensoran terhadap produk pers. Penyensoran terhadap pers melanggar pasal 4 UU Pers 40/99 ayat 2," ujar Ilham Bintang.

Pasal 4 ayat 2 UU No 40 tahun 1999 tentang Pers berbunyi: “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembreidelan atau pelarangan penyiaran.”

Ilham menambahkan, definisi penyensoran (Pasal 1 ayat 8 UU Pers 40/1999) adalah penghapusan secara paksa sebagian atau seluruh materi informasi yang diterbitkan dan disiarkan, atau tindakan teguran atau peringatan yang bersifat mengancam dari pihak manapun, dan atau kewajiban melapor, serta memperoleh izin dari pihak yang berwajib, dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik (UU Pers No.40/ tahun 1999).

Menurut Ilham Bintang, TVOne sebenarnya bisa menuntut PWNU atas dasar pontensi pencemaran nama baik.

NU telah menyalahgubakan idiom agama untuk menyensor, idiom yang tidak dikenal sebagai rambu2 dalam regulasi pers dan kode etik. Potensi yang ditimbulkan mencemarkan nama baik ILC dengan pemberian stigma haram itu.

"Stigma haram tidak beda dengan ujaran kebencian," ujar Ilham Bintang.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved