Ketua DPRD Depok Minta Izin Apartemen Margonda Residence Dicabut Karena Jadi Sarang Prostitusi

KETUA DPRD Kota Depok secara tegas meminta Apartemen Margonda Residen ditindak tegas akibat prostitusi yang bersarang disana.

Ketua DPRD Depok Minta Izin Apartemen Margonda Residence Dicabut Karena Jadi Sarang Prostitusi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Empat perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga mucikari dibekuk petugas Satreskrim Polresta Depok, dari beberapa kamar berbeda di Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam. 

KETUA DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara tegas menindak dan mencabut izin pengelola Apartemen Margonda Residence (Mares) 2.

Hal itu lantaran ada fakta Apartemen Marginda Residence jadi sarang praktek prostitusi.

Prostitusi yang bersarang di apartemen Margonda Residence mencuat setelah berhasil diungkap Polresta Depok dan Satpol PP Depok. 

Diduga hal tersebut sudah terjadi secara terus menerus, tetapi baru terungkap sekarang. 

"Karena memang sudah ada bukti bahwa apartemen jadi tempat prostitusi, maka tutup dan harus dicabut izin operasinya. Pemkot Depok harus tegas untuk soal seperti ini," kata Hendrik usai upacara peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan RI di Balai Kota Depok, Jumat (17/8/2018).

Apalagi kata Hendrik, jauh sebelumnya beberapa kali di apartemen Margonda Residence juga terungkap menjadi sarang narkoba atau tempat penyalahgunaan narkoba. "Jadi sejak itu sudah kami rekomendasikan untuk dicabut izinnya. Sejak terungkap jadi sarang narkoba dan sekarang prostitusi," kata Hendrik.

Seperti diketahui sebanyak 4 perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga muncikari dibekuk aparat Satreskrim Polresta Depok, dari beberapa kamar berbeda di Apartemen Margonda Residence (Mares) 2 di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam.

Mereka adalah SG (20), AD (19), FO (19), dan DP (22), serta dua orang yang diduga mucikari mereka, MF (20) dan MR (18).

Bahkan salah satu dari empat PSK yang diamankan diketahui berstatus sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Depok.

Sebelumnya dalam sebuah operasi tim gabungan terpadu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menjaring 15 PSK dari sejumlah wilayah di Depok, Minggu (12/8/2018).

Dari 15 PSK yang terjaring itu, 9 PSK dijaring dari Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda, Depok.

Dari keberhasilan Satpol PP inilah, Polres Depok kemudian berhasil mengungkap jaringan prostitusi online yang terjadi di apartemen di Margonda Residence.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help