Anggota DPRD Ungkap Gaji Guru PAUD di Kota Tangerang Cuma Rp 350 Ribu per Bulan

Padahal, katanya, guru PAUD di kota berjuluk Seribu Industri Sejuta Jasa ini sangat banyak jumlahnya.

Anggota DPRD Ungkap Gaji Guru PAUD di Kota Tangerang Cuma Rp 350 Ribu per Bulan
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Anggota DPRD Kota Tangerang Sjaifuddin Z Hamidin. 

TEPAT pada 17 Agustus 2018 hari ini, Republik Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke- 73.

Telah banyak pejuang dan pahlawan yang berhasil merebut kemerdekaan tersebut. Jasa-jasanya pun selalu dikenang dan tak terlupakan, termasuk guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Mereka para pengajar telah mendidik penerus bangsa, guna mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan dan mengisinya agar menuju arah yang lebih baik.

Baca: Zulkifli Hasan: Jaga Pemilu dari Politik Halalkan Segala Cara, Masyarakat Harus Diuntungkan

Namun, saat ini kesejahteraan guru masih jauh dari harapan. Hampir tiap hari mengajar, upah yang mereka peroleh sangat memprihatinkan. Anggota DPRD Kota Tangerang Sjaifuddin Z Hamidin membuka tabir tersebut.

"Gaji guru PAUD di Kota Tangerang itu hanya Rp 350 ribu per bulan," ujar Sjaifuddin saat dijumpai Warta Kota di Gedung DPRD Kota Tangerang, Jumat (17/8/2018).

Padahal, katanya, guru PAUD di kota berjuluk Seribu Industri Sejuta Jasa ini sangat banyak jumlahnya. Nasib mereka pun tak terlalu diperhatikan oleh pemerintah.

Baca: Taufik Nilai Peraturan KPU Soal Larangan Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg Langgar Undang-undang

"Ada sekitar 1.450 guru PAUD yang ada di Kota Tangerang ini. Ada sebagian dari mereka belum dibantu pemerintah," ucapnya.

Sjaifuddin menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang membuat kebijakan terkait minimnya gaji guru, dengan cara memberikan besaran insentif senilai Rp 350 ribu per bulan kepada masing-masing guru itu.

"Realiasasinya baru 1.200 guru yang diberikan insentif. Sisanya belum, statusnya masih menunggu," ucap Sjaifuddin.

Baca: Ini Tiga Jenderal Bintang Tiga Calon Kuat Wakapolri

Anggota DPRD dari Fraksi PAN ini menerangkan, banyak keluh-kesah yang disampaikan para guru kepada dirinya. Mereka begitu kesulitan guna mencukupi kehidupan setiap harinya.

"Malah gaji dan pemberian insentifnya itu terkadang telat, karena pemberkasan belum siap," ucapnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help