VIDEO: Bobroknya SD Negeri di Tangerang, Orangtua Khawatir Anaknya Tertimpa

"Ngeri juga kalau ambruk. Kalau hujan itu pasti kebocoran," ujar Lina kepada Warta Kota

Nasib tragis ini dirasakan oleh para murid di SDN Tangerang 15. Lokasinya berada bersebelahan dengan Tangcity Mall, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Pantauan Warta Kota di lokasi, bangunan sekolah itu tampak memprihatinkan. Bahkan terlihat terbengkalai.

Atap bangunan hampir roboh. Plafon terbuka dan genting - genting retak.

Jendela sekolah pun rusak. Dan aroma tak sedap tercium menusuk hidung.

Kendati demikian para murid dan guru tetap belajar mengajar seperti biasanya. Mereka menjalani aktivitasnya dalam suasana hati dan kegelisahan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala SDN Tangerang 15, Lina Nurlia. Ia menjelaskan nasib sekolahnya itu hingga saat ini terkatung - katung.

"Ngeri juga kalau ambruk. Kalau hujan itu pasti kebocoran," ujar Lina kepada Warta Kota saat dijumpai di SDN Tangerang 15, Rabu (15/8/2018).

Lina menyebut, pihaknya sampai kini belum mempunyai bangunan sekolah. Dan terpaksa harus menumpang di bekas bangunan SDN 4 Sukasari yang ditempati sekarang ini.

"Sudah dua tahun kami seperti ini. Dijanjikan sama pemerintah mau dibangunkan gedung, tapi belum ada kejelasan," ucapnya.

Ia merinci siswa di sekolah ini berjumlah 533 orang. Dan sekarang mereka menunggu kepastian dari Pemerintahan Kota Tangerang terkait perencanaan pembangunan gedung baru.

"Dulu kan kami sekolahnya dekat di daerah Ahmad Yani, Kecamatan Tangerang bareng sama SDN 6. Tapi sudah pisah, dijanjiin dibangunin gedung di depan SMKN 2 Tangerang. Sampai saat ini belum dibangun - bangun juga," kata Lina.

Orangtua murid SDN Tangerang 15 menjerit. Mereka risau terkait kondisi anak - anaknya yang bersekolah dalam bangunan yang nyaris ambruk. 

"Makanya kami jagain terus anak - anak, sekolahnya mau roboh begini," ujar Ema saat ditemui Warta Kota di SDN Tangerang 15, Rabu (15/8/2018). 

Ia berharap agar Pemerintahan Kota Tangerang peka terkait masalah tersebut. Sebab para murid sudah hampir 2 tahun belajar di dalam bangunan yang nyaris ambruk.

"Lihat saja itu, atap plafon mau copot di ruang kelas. Bahaya kan kalau sampai menimpa anak - anak," ucapnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help