Pilpres 2019

Said aqil dan Cak Imin Sempat Masuk Bursa Capres Jokowi

Ketua Umum PPP menyebutkan sebelum Maruf Amin ditunjuk, PBNU sudah usulkan 4 kandidat diantaranya Cak Imin dan Said Aqil

Said aqil dan Cak Imin Sempat Masuk Bursa Capres Jokowi
Kolase Foto (Tribunnews)
Said Aqil, Cak Imin 

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuzy menyebut jauh sebelum Maruf Amin ditunjuk sebagai Cawapres mendampingi Jokowi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sempat menggelar rapat pleno dan mengusulkan empat nama kandidat dari NU.

Empat tokoh tersebut antara lain Ketua PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua PPP.

"Saya tidak tahu kebenarannya sampai saat ini karena saya tidak melihat langsung suratnya, tapi saya kemudian hanya baca di media. Itu saya ditelepon oleh KH Mustafa Aqil, adik dari KH Said Aqil Siraj yang mengatakan, 'Gus-gus, ada hasil rapat pleno PBNU, tapi yang disampaikan itu hanya kakak saya jadi Calon Wakil Presiden, saya jawab, oh gitu. Saya nggak tahu bahwa kemudian ada empat nama, KH Said, KH Maruf, Cak imin dan saya sendiri," ungkapnya dalam tayangan Mata Najwa pada Rabu (15/8/2018) malam. 

Berita yang disampaikan oleh KH Mustafa Aqil itu katanya cukup menarik, sebab ketika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 digelar PBNU tidak akhir berpolitik.

Munculnya ke empat nama tersebut mendorong Jokowi mengundang rapat Ketua Partai Koalisi di
Ketua Umum Partai koalisi Jokowi di Istana Negara Bogor, Jawa Barat pada Senin (22/7/2018) malam.

Jokowi mengundang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

"Bagi saya cukup menarik, pertama di 2014 tidak keluar model seperti itu dari PBNU, lantas kemudian perjalanan politik semakin menukik, dan akhirnya di saat tanggal 23 Juli (2018) itu ketua-ketua umum berkumpul di Bogor bersama dengan pak Jokowi dan menyampaikan sejumlah nama yang akhirnya, ya secara guyon-guyon karena situasinya sangat cair begitu, akhirnya ada sejumlah nama, ya sudah Kita serahkan saja kepada pak Jokowi memilih satu nama, siapa pun yang dipilih oleh pak Jokowi akan kita iya kan, karena itu merupakan hak prerogatif (khusus) presiden," ceritanya.

Sebelumnya, kisruh soal harapan palsu yang dilakukan kubu Joko Widodo terhadap Mahfud MD yang dijanjikan bakal menjadi Cawapres Jokowi kian bergulir.

Terlebih adanya isu penolakan Mahfud lantaran dicap bukan merupakan kader Nahdatul Ulama (NU).

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved