Gempa Lombok

Ratusan Kali Gempa, Fenomena Aneh Muncul di Pantai Gili Meno

Gempa yang tidak kunjung henti sejak gempa utama atau main shock terjadi pada Minggu (5/8/2018) lalu memicu munculnya fenomena baru.

Ratusan Kali Gempa, Fenomena Aneh Muncul di Pantai Gili Meno
Twitter
Peta gempa Lombok 

GEMPA yang tidak kunjung henti sejak gempa utama atau main shock terjadi pada Minggu (5/8/2018) lalu memicu munculnya fenomena baru.

Sebuah mata air mengandung belerang ditemukan di pantai Gili Meno, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (15/8/2018).

Fenomena itu terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho lewat akun twitternya @Sutopo_PN pada Kamis (16/8/2018).

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, terlihat gelombang air yang muncul dari sebuah lubang di dasar pantai.

Mata air yang diperkirakan terjadi akibat gempa itu dijelaskannya merupakan mata air yang terbentuk akibat retakan, sehingga air tanah menyembul ke atas.

"Muncul mataair berbau belerang pascagempa 7 SR di pantai Gili Meno. Ini fenomena alamiah munculnya mata air di pantai, apalagi pascagempa. Di Pantai Selatan Yogyakarta juga banyak mataair di pantai karena bertemunya muka airtanah dan laut. #lombokbangkit," tulisnya pada Kamis (16/8/2018). 

Namun sayang, Sutopo menyebut belum ada banyak kajian terkait fenomena yang diperkirakan berasal dari pergeseran lempeng tektonik yang berada di selatan Indonesia, khususnya Pulau Bali dan NTB hingga saat ini.

"Kisah Sesar Naik Flores yang banyak menimbulkan korban jiwa tapi minim kajian. Begitu juga sumber gempa di Indonesia masih minim penelitian. Kemen Ristekdikti perlu memprioritaskan penelitian gempa. Selama ini kita banyak tergantung pada penelitian asing. #lombokbangkit," tulisnya. 

Padahal, lanjutnya, berdasarkan data yang terhimpun sejak gempa utama hingga Kamis (16/8/2018) pukul 05.00 WITA, tercatat ada sebanyak 698 kali gempa di Lombok.

Kerusakan pun katanya mencapai Rp 7,45 triliun dengan ratusan korban tewas serta belasan ribu orang terluka.

"698 kali gempa susulan pascagempa 7 SR di Lombok hingga 16/8/2018 pukul 05.00 WITA. Masyarakat diimbau tenang dan waspada terkait maraknya hoax. Gempa tidak dapat diprediksi pasti. Percayakan pada BMKG untuk urusan gempa. #lombokbangkit," jelasnya.

"Kerusakan dan kerugian dampak bencana gempa di Lombok lebih dari Rp 7,45 Trilyun. Angka ini dihitung data kerusakan per 13/8/2018. Kerugian ekonomi ini akan terus bertambah. Lombok perlu waktu untuk pulih kembali. Perlu biaya besar untuk kembali memulihkan pembangunan Lombok," tambahnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help