Pilpres 2019

Momen Ini yang Membuat Anies Baswedan Menolak Tawaran Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Anies Baswedan mengakui dirinya beberapa kali ditawari oleh Prabowo Subianto untuk mendampinginya sebagai bakal calon wakil presiden.

Momen Ini yang Membuat Anies Baswedan Menolak Tawaran Jadi Cawapres Prabowo Subianto
tribunnews
Anies Baswedan,Prabowo Subianto,dan Sandiaga Uno 

NAMA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat digadang-gadang sebagai calon kuat pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019, sebelum akhirnya Sandiaga Uno yang terpilih.

Anies Baswedan mengakui dirinya beberapa kali ditawari oleh Prabowo Subianto untuk mendampinginya sebagai bakal calon wakil presiden.

"Ya benar bahwa Pak Prabowo mengundang saya untuk menjadi pendamping dalam pilpres ini. Ini prosesnya panjang, dan di awal kita berdiskusi tentang Indonesia, tentang masa depan. Dan saya sering sekali berdiskusi dengan Pak Prabowo," tutur Anies Baswedan dalam acara Mata Najwa, Rabu (15/8/2018).

Baca: Begal Tewas di Saluran Irigasi Cikarang karena Panik Dikejar Massa

Anies Baswedan mengaku sekitar tiga kali diminta oleh Prabowo Subianto, untuk menjadi calon wakil presiden.

"Ya, tiga kali beliau menyebut tentang ini (cawapres), terutama setelah lebaran," ungkap Anies Baswedan.

Anies Baswedan pun menceritakan detik-detik ketika dirinya memutuskan untuk tidak menerima pinangan Prabowo Subianto, dan memutuskan untuk tetap bekerja di Jakarta sebagai gubernur.

Baca: Koalisi akan Lakukan Ini untuk Redam Kekecewaan Pendukung karena Jokowi Pilih Maruf Amin

"Awal Juli, pada waktu itu saya sering nyetir sendiri, kalau malam naik mobil sendiri, merasakan suasana Jakarta. Waktu itu saya terjebak dalam kemacetan yang cukup padat di sekitar Dukuh Atas. Di sekitar stasiun, berhenti saya melihat puluhan orang itu, melewati pedagang kaki lima, semuanya," kenang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Saya lihat inilah Jakarta. Inilah orang-orang yang kemarin menitipkan suaranya untuk memilih Anies sebagai gubernur. Jutaan jumlahnya, 3,3 juta. Mereka tentu mengharapkan, tentu yang dipilih menjadi gubernur menunaikan tugasnya," sambungnya.

Dari situ Anies Baswedan mengaku tidak memiliki alasan untuk menjelaskan kepada masyarakat Jakarta, apabila dia mengambil keputusan untuk maju ke Pilpres 2019.

Baca: Soal Pengganti Sandiaga Uno, PKS: Jangan Sampai Dua Matahari Bersatu

Dirinya tidak membayangkan harus menjawab apa, ketika dirinya sudah diberikan tanggung jawab rakyat sebagai pemimpin, namun malah meninggalkan.

"Sehingga saya kesulitan untuk menjelaskan kepada semuanya, mengapa saya meninggalkan tugas sebagai gubernur untuk mengikuti sebuah pemilihan calon presiden, calon wakil presiden," paparnya.

Anies Baswedan lantas memutuskan untuk tetap menjadi gubernur, dan menolak tawaran Prabowo Subianto untuk menjadi cawapresnya.

"Dan saat itu saya bilang 'bismillah, saya akan tunaikan dan tuntaskan kerja di Jakarta ini untuk masyarakat semua'," ucapnya. (*)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help