71 Narapidana dan Petugas Lembaga Pemasyarakat Seluruh Jakarta Jadi Paskibra

Sebanyak 71 orang yang terdiri dari 61 narapidana dan 10 petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) se-DKI Jakarta menjadi paskibra.

71 Narapidana dan Petugas Lembaga Pemasyarakat Seluruh Jakarta Jadi Paskibra
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi kepolisian berjaga-jaga di lapas kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Sebanyak 71 orang yang terdiri dari 61 narapidana dan 10 petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) se-DKI Jakarta dikukuhkan menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) pada upacara HUT ke-73 RI di lapas.

"Iya betul. Rabu (15/8/2018) malam mereka menyelesaikan kegiatan diklat mengibarkan bendera merah putih yang sudah mereka laksanakan sebulan penuh di UPT-nya masing-masing. Dan malam itu, dinyatakan selesai diklatnya dan siap ditugaskan mengibarkan bendera merah putih," kata Kepala Lapas Cipinang, Andika D Prasetya, seperti dilansir Antaranews.com, Kamis (16/8/2018).

Sebanyak 71 orang paskibra ini akan disebar untuk bertugas di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang ada di Jakarta saat upacara 17 Agustus.

Baca: Inilah 68 Anggota Paskibraka Terbaik yang Bakal Kibarkan Bendera HUT RI di Istana Negara

Andika mengatakan, semua anggota paskibra tidak memiliki persyaratan khusus.

Akan tetapi, kendati tidak ada syarat untuk menjadi seorang paskibra, tetap ada beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan untuk mereka dilibatkan menjadi paskibra dari balik jeruji itu.

"Mereka yang terpilih adalah yang aktif mengikuti kegiatan di lapas, seperti pendidikan, pramuka, pesantren, dan bersedia bergabung dalam kegiatan diklat paskibra yang melelahkan," kata Andika.

Baca: Wakil Wali Kota Tangerang Mintai Peserta Seleksi Paskibraka Jangan Pernah Berhenti Belajar

Andika mengharapkan dengan dikukuhkannya para napi tersebut sebagai paskibra walau hanya di lapas dan rutannya masing-masing, mereka merasa bangga serta terhormat menjalani pengibaran bendera dengan penuh tanggung jawab.

"Intinya, narapidana juga anak bangsa Indonesia. Mereka punya hak untuk tetap mencintai bangsanya dan merasa bangga jadi bangsa Indonesia walaupun statusnya narapidana. Ketika mereka ingin berkarya, mereka ingin berprestasi, negara tetap memberi ruang dan kesempatan," kata Andika.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved