Syahrir Dibegal Enam Pemuda Tanggung di Kawasan Kembangan Sepulang Kerja

Pemuda yang bekerja selaku kurir pengantar barang ini menuturkan, wajahnya nyaris digolok salah satu dari enam pemuda

Syahrir Dibegal Enam Pemuda Tanggung di Kawasan Kembangan Sepulang Kerja
Antara
Ilustrasi kawanan begal 

MUHAMMAD Syahrir (20), dibegal oleh enam pemuda tanggung, di kawasan Kembangan, di Jalan Pesanggrahan Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (15/8/2018), sekitar 03.45.

Pemuda yang bekerja selaku kurir pengantar barang ini menuturkan, wajahnya nyaris digolok salah satu dari enam pemuda tanggung tersebut.

"Saya itu baru pulang kerja. Dari arah Kawasan Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta) ke arah Puri Kembangan ke Srengseng mau menuju ke rumah saya di Petukangan, Jakarta Selatan. Di saat saya mau melintas di flyover yaitu diJalan Pesanggarahan Raya, dari arah belakang saya ada dua orang. Satu motor berboncengan, dan memepet saya dari arah kanan," ujar Syahrir saat dikonfirmasi Wartakotalive.com.

Syahrir menuturkan, dirinya sangat kaget saat kunci motor Honda Beat B-3879-SWD miliknya langsung dirampas oleh salah satu pelaku.

Laporan korban Muhammad Syahrir (20) yang dibegal oleh enam pemuda tanggung, di Kawasan Kembangan, di Jalan Pesanggrahan Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (15/8/2018), sekitar 03.45.
Laporan korban Muhammad Syahrir (20) yang dibegal oleh enam pemuda tanggung, di Kawasan Kembangan, di Jalan Pesanggrahan Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (15/8/2018), sekitar 03.45. (Wartakotalive.com/Panji Baskhara Ramadhan)

Namun pelaku tak berhasil mencabut kunci motornya, Syahrir pun langsung berbalik arah untuk berupaya kabur dari begal itu.

"Kunci saya pas ditarik dol. Tapi, tersangkut di motor karena kunci saya pakai tali. Motor juga masih dalam keadaan menyala. Saya ketika itu langsung memutar arah untuk kabur dari para pembegal itu. Ternyata, di saat saya memutar arah ada dua motor empat orang mengadang saya. Ternyata itu teman yang narik kunci saya tadi," katanya.

Syharir yang ketakutan mengatakan mencoba untuk menghindari aksi pengadangan itu oleh empat orang pembegal.

Sayangnya, saat coba kabur, Syahrir terjatuh lantaran didorong oleh salah seorang pelaku dari arah belakang.

"Dua pelaku yang sebelumnya mau merampas kunci motor saya itu, langsung menabrak dan mendorong saya hingga terjerembab, dari arah belakang. Saat itu saya pasrah. Sempat, salah satu pelaku begal yang mengadang saya, saat itu langsung mengeluarkan golok dan berkata 'Udah kamu diam saja, jangan teriak! Diam ya!!' bahkan nyaris saya mau dibacok, tapi ditahan oleh salah seorang temannya. Beruntung, saya enggak mati dibacok," paparnya.

Setelah itu, lanjut Syahrir, motornya langsung dibawa kabur.

Syahrir mengaku bersyukur, ponsel miliknya masih utuh tak dirampok.

Dia langsung menghubungi keluarganya kemudian laporkan kejadian itu ke Polsek Kembangan.

"Semoga saja tertangkap pelakunya. Keenam pelaku itu yang saya ingat tubuhnya kecil dan mirip pemuda-pemuda tanggung. Salah satu dari mereka ada yang menggunakan topi, dan mengenakan jaket blaster hitam putih. Kondisi di lokasi kejadian juga gelap. Engga perhatikan betul ciri-ciri para pelaku," ungkapnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved