Siswanya Keracunan Jajanan Pihak Sekolah SD 02 dan 03 Bekasi Perketat Awasi Pedagang

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga melakukan penyuluhan kepeda pedagang maupun siswa.

Siswanya Keracunan Jajanan Pihak Sekolah SD 02 dan 03 Bekasi Perketat Awasi Pedagang
Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana SD 02 dan 03 Bekasi yang memperketat pengawasan pedagang setelah terjadi keracunan. 

SISWA Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 dan 03, di Jalan Cipayung, Kp Baru Desa Tanjungbaru, Kecamatan, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi diduga mengalami keracunan jajanan yang dibeli dari pedagang depan sekolah.

Atas kejadian tersebut 9 siswa dilarikan ke Rumah Sakit Annisa Cikarang.

Sementara puluhan siswa lainnya dirawat puskesmas dan sudah kembali pulih.

Menanggapi insiden keracunan tersebut, Ugun Marwiguna Wali Kelas 5 SDN 03 menyebut usai kejadian pihak sekolah langsung mendatangi para pedagang yang berjualan untuk mendata dan memberi pengarahan.

"Pencegahannya, kami dari pihak sekolah sudah briefing sama pedagang, nanti kita mau ada kordinator pedagang biar ada pedagang baru bisa tahu kita siapa itu pedagangnya," ujarnya saat ditemui Warta Kota, pada Rabu (15/8/2018).

Ugun menjelaskan usai kejadian pun, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga melakukan penyuluhan kepeda pedagang maupun siswa.

"Kita juga sudah berikan penyuluhan dari puskemas ke siswa kasih pengarahan agar hati hati membeli makan, termasuk ke pedagang agar bisa menjual jajanan yang layak untuk anak anak," ujarnya.

Ugun menambahakan sejauh ini data yang diterima jumlah siswa yang terdampak jajanan mie spaghetti itu berjumlah 30 siswa.

"Jumlah sekitar 30, tapi memang yang parah 9 orang sampai dirawat di rumah sakit. Yang lainnya ada yang diobatin di rumah ada yang di Puskesmas maupun klinik. Mereka sudah ada beberapa yang masuk sekolah," ucapnya.

Ia menambahkan siswa mengalami gejala mual dan muntah disertai pusing usai menyantap jajanan Spaghetti seharga Rp 2 ribu yang dijual pedagang di depan sekolah.

Namun, efeknya baru terasa saat pulang ke rumah.

"Siswa pada jajan pas pagi sama pas jam istirahat sekolah, di sekolah tidak kenapa-kenapa berasa di rumah. Kita aja baru tau dari viral di Facebook pas menjelang sore," katanya.

Saat ini kasus dugaan keracunan masih dalam pemeriksaan Polsek setempat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi.

Pihak Dinkes juga telah mengambil sampel makanan dan muntah dari para siswa untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium kandungan zat pada makanan Spaghetti tersebut. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved