Satpol PP Kota Depok Copot Spanduk Penolakan Neno Warisman

Penertiban dilakukan dengan mencopot spanduk tersebut sejak Selasa (14/8/2018) malam.

Satpol PP Kota Depok Copot Spanduk Penolakan Neno Warisman
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Satpol PP Kota Depok copot spanduk penolakan Neno Warisman. 

SEJUMLAH spanduk berisi pesan penolakan terhadap Neno Warisman yang terpasang di beberapa titik di ruas jalan utama di Kota Depok, ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Penertiban dilakukan dengan mencopot spanduk tersebut sejak Selasa (14/8/2018) malam, dan dipastikan akan berlanjut ke depannya, jika masih ada spanduk serupa terpasang di Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan, keberadaan spanduk berisi pesan penolakan terhadap kehadiran Neno Warisman di Depok itu dipastikan ilegal atau tak berizin. Sehingga, pihaknya terpaksa melakukan pencopotan spanduk.

Baca: Prabowo Subianto Puji Neno Warisman: Emak-emak tapi Mentalnya Lebih dari Kopassus

"Selain keberadaannya liar atau ilegal, spanduk juga berisi pesan provokatif, karenanya langsung kita tertibkan di beberapa titik sejak semalam," kata Yayan kepada Warta Kota, Rabu (15/8/2018).

Menurutnya, keberadaan spanduk yang ilegal dan provokatif, jelas-jelas telah melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, atau yang lebih dikenal dengan Perda Tibum.

Isi pesan di spanduk yang dianggap provokatif itu adalah 'Warga Depok Menolak Kedatangan Neno Warisman Menggunakan Agama Untuk Misi Politik. Tolak Politisasi Agama'.

Satpol PP Kota Depok copot spanduk penolakan Neno Warisman.
Satpol PP Kota Depok copot spanduk penolakan Neno Warisman. (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok Kusumo menuturkan, dari informasi yang dihimpunnya, keberadaan spanduk provokatif itu mulai terpampang di beberapa sudut di Kota Depok, sejak Selasa (14/8/2018) sore. Di antaranya adalah di kawasan Grand Depok City (GDC), di beberapa titik di Jalan Margonda, dan di wilayah lainnya di Depok.

"Spanduk di Jalan Boulevard di Grand Depok City, dan di Jalan Margonda di dekat JPO, tadi malam sekitar jam 21.00, sudah kami copot," jelas Kusumo.

Pihaknya, kata Kusumo, juga sudah menyebarkan anggotanya untuk memantau setiap wilayah di Kota Depok, apakah masih ada spanduk serupa yang terpasang.

Baca: Siap Debat, Fadli Zon Berharap Farhat Abbas Pahami Masalah Agar Bisa Nyambung

"Jika ada, anggota kami sudah saya perintahkan untuk langsung mencopotnya," tegas Kusumo.

Ia menuturkan, isi pesan di spanduk cukup provokatif, dan dikhawatirkan mengganggu situasi kondusif di Kota Depok.

"Kami tidak ingin ketertiban dan keamanan di Kota Depok rusak akibat adanya spanduk provokatif tersebut," cetus Kusumo.

Baca: Ikut Kubu Jokowi, Razman Arif Nasution Juga Siap Hadapi Serangan Fadli Zon

Selain itu, kata dia, keberadaan spanduk dengan pesan provokatif itu sangat rentan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

"Kami harap tidak ada lagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memasang spanduk seperti ini," harap Kusumo. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved