Salah Satu PSK yang Digerebek di Apartemen Margonda Residence Adalah Mahasiswa

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro menyebutkan salah satu dari empat wanita PSK yang diamankan pihaknya adalah mahasiswi

Salah Satu PSK yang Digerebek di Apartemen Margonda Residence Adalah Mahasiswa
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Empat perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga mucikari dibekuk petugas Satreskrim Polresta Depok, dari beberapa kamar berbeda di Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam. 

SEBANYAK 4 perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga muncikari dibekuk petugas Satreskrim Polresta Depok, dari beberapa kamar berbeda di Apartemen Margonda Residence (Mares) 2 di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam.

Para PSK yang diamankan adalah SG (20), AD (19), FO (19), dan DP (22), serta dua orang yang diduga mucikari mereka, MF (20) dan MR (18).

Baca: Ungkap Prostitusi di Apartemen Margonda Residence, Polisi Panggil Pemilik Kamar dan Pengembang

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro menyebutkan salah satu dari empat wanita PSK yang diamankan pihaknya adalah berstatus sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Depok.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Kompol Bintoro menjelaskan penangkapan perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga mucikari di Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Kompol Bintoro menjelaskan penangkapan perempuan pekerja seks komersil (PSK) dan dua pria yang diduga mucikari di Apartemen Margonda Residence (Mares) di Jalan Margonda Raya, Selasa (14/8/2018) malam. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Salah satu PSK yang kami amankan berstatus mahasiswa," kata Bintoro, Rabu (15/8/2018).

Ia menjelaskan bahwa para PSK dan muncikarinya ini menawarkan praktek prostitusi yang mereka lakukan melalui jaringan media online dan cukup mudah.

Diantaranya melalui twitter, instagram atau aplikasi We Chat.

"Karena dengan aplikasi yang mudah ini, maka remaja dan anak dibawah umur bisa mengaksesnya. Ini yang meresahkan dan bisa disalahgunakan," kata Bintoro.

Ia mengatakan pengungkapan ini berkat laporan warga. "Para pelaku menawarkan ke pelanggan secara online," kata Bintoro.

Jika sudah mendapat pelanggan kata Bintoro nantinya para PSK dan pelanggan berkomunikasi melalui aplikasi smartphone, untuk bertemu.

'Tarif yang mereka pasang cukup terjangkau bagi kelas menengah. Yakni antara Rp 500 Ribu sampai Rp 800 Ribu perjam dan sudah termasuk sewa kamar apartemen," kata Bintoro.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help