Mario Lawalata Bangga Bawa Obor Asian Games 2018

Aktor Mario Lawalata (38) terpilih mengikuti Pawai Obor Asian Games 2018, di Bulukumba Tanjung Bira, Sulawesi Selatan.

Mario Lawalata Bangga Bawa Obor Asian Games 2018
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Mario Lawalata. 

AKTOR Mario Lawalata (38) terpilih mengikuti Touch Relay (Pawai Obor) Asian Games 2018, di Bulukumba Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada 29 Juli 2018 lalu.

Mario Lawalata mengaku membawa Touch Relay dalam menyambut Asian Games 2018, merupakan sebuah kehormatan telah ditunjuk oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commottee (INASGOC) sebagai penyelenggara ajang bergengsi tersebut.

Tentu Mario Lawalata sangat bangga bisa mendapatkan kesempatan terlibat dalam ajang pesta olahraga terbesar si Asia itu, mengingat Indonesia menjadi tuan rumah dalam Asian Games 2018.

"Saya sangat bangga ya karena saya terpilih diantara beberapa dari kalangan selebritis. Apa lagi kalau diitung secara luas se-Indonesia kan, cuma beberapa orang yang kepilih," kata Mario Lawalata ketika ditemui disela-sela waktu peluncuran poster dan jumpa pers film 'Menunggu Pagi', di Equibicle Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018).

Dalam film karya Teddy Soeriaatmadja bersama dengan rumah produksi IFI Sinema, Mario Lawalata berperan sebagai DJ Martin.

"Apa lagi kan pas momen Asian Games, Indonesia jadi tuan rumah. Kita kan enggak tau kapan lagi dan saya yakin blm tentu saya kepilih lagi. Jadi ini bener bangga banget dan suatu kehormatan besar," tambahnya.

Mario mengaku dirinya tidak tahu kenapa ia bisa dipilih oleh INASGOC untuk terlibat dalam membawa obor Asian Games 2018.

"Mungkin mereka mencari artis yang pecinta olahraga, bener-bener selalu hidupnya sports juga. Saya juga selalu mendukung Indonesia bertanding, apa pun yang utama. Saya kan suka basket dan bulu tangkis saya selalu nonton. Bola juga kadang-kadang kalau saya ada waktu, saya akan nonton. Yah mungkin mereka melihat dari itunya juga yah. Jadi nggak cuma asal pilih," ucapnya.

Tidak ada persiapan khusus bagi Mario untuk membawa obor Asian Games tersebut. Karena ia hanya berlari 500 meter, karena yang terlibat tersebut juga ada atlit-atlit lokal.

"Saya bawa obor enggak sampai 1 Km kok. Itu juga banyak kan yang terliba. Tapi medannya ancur," ungkap Mario Lawalata.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved