Bongkar Lapak PKL di Jalan Citayam, Satpol PP Depok Temukan 89 Botol Miras

Satpol PP Kota Depok mendapati 89 botol miras di salah satu lapak PKL saat menertibkan 50 lapak PKL liar.

Bongkar Lapak PKL di Jalan Citayam, Satpol PP Depok Temukan 89 Botol Miras
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Sebanyak 50 lapak pedagang kaki lima (PKL) liar yang berada di sepanjang Jalan Raya Citayam, Depok, mulai dari Jembatan Dipo sampai Gang Gandaria, dibongkar paksa aparat Satpol PP Kota Depok, Rabu (15/8/2018). 

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mendapati 89 botol minuman keras (miras) di salah satu lapak PKL saat sedang menertibkan 50 lapak PKL liar di Jalan Raya Citayam, Depok, Rabu (15/8/2018).

Ke 80 botol miras dalam beberapa dus itu langsung disita dan diamankan petugas.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto, menuturkan awalnya pihaknya tengah menertiban 50 lapak PKL liar di sepanjang Jalan Citayam mulai dari Jembatan Dipo sampai Gang Gandaria. Penertiban dilakukan dengan membongkar lapak PKL yang semuanya berupa bangunan non permanen itu.

"Ternyata di salah satu PKL yang kami tertibkan, ia juga menjual miras. Ada 89 botol miras berbagai jenis dalam beberapa dus. Semuanya kami sita, selain lapak PKL kami tertibkan," kata Yayan, Rabu (15/8/2018).

Miras yang ditemukan saat Satpol PP bongkar lapak PKL di Citayam, Depok.
Miras yang ditemukan saat Satpol PP bongkar lapak PKL di Citayam, Depok. (WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU)

Ia mengatakan pembongkaran terpaksa dilakukan karena keberadaan lapak PKL berdiri di atas pedestrian jalan dan beberapa diantaranya menutup drainase.

Para PKL ini sudah beberapa kali ditertibkan Satpol PP Depok, namun selalu kembali lagi satu persatu.

"Mereka ini sudah cukup sering ditertibkan. Namun yidak jera dan selalu kembali membangun lapaknya di atas pedestrian jalan," kata Yayan.

Bahkan dalam penertiban kali ini pihaknya menemukan adanya kandang kambing yang dibangun warga di trotoar jalan. "Mereka memanfaatkannya menjual kambing untuk hewan kurban. Kali ini lapak kandang kambing di sana kami bongkar juga, karena berada di lahan yang dilarang untuk berjualan dan mendirikan bangunan," kata Yayan.

Meski sudah cukup sering ditertibkan dan kembali lagi ke sana, kata Yayan, pihaknya juga tak akan bosan menertibkan mereka.

"Ke depan kami akan monitoring terus agar PKL tidak kembali lagi di sana,. Jika tetap kembali, ya akan kita tertibkan lagi dengan dibongkar" kata Yayan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help