Siswa SMP Sempat Minta Maaf Sebelum Dikabarkan Tewas karena Tawuran

Namun, memasuki sekolah SMP mulai menunjukkan perubahan terkait masa-masa remajanya.

Siswa SMP Sempat Minta Maaf Sebelum Dikabarkan Tewas karena Tawuran
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pemakaman jenazah Fahturosi Del Piero (18) di TPU Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018). Fahturosi Del Piero adalah siswa SMK Rahayu Mulyo yang tewas saat tawuran pelajar di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Senin (13/8/2018) pukul 19.00. 

KORBAN bernama Fahturosi Del Piero (18) siswa SMK Rahayu Mulyo Jakarta Timur tewas usai tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Makasar, Jakarta Timur, Senin (13/8/2018) pukul 19.00.

Pihak kerabat dan teman korban pun terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Cantex RT 5/03 Ciracas Jakarta Timur untuk mengucapkan belasungkawa kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Wiwik Dwi Mastuti (64), bibi korban mengaku, bahwa Fadel panggilan Fahturosi Del Piero sudah tinggal bersamanya sejak Sekolah Dasar (SD).

Sehingga, dirinya mengaku, dia sangat kehilangan atas kepergian almarhum.

"Fadel itu udah lama tinggal sama saya, sejak SD umur 7 tahun udah disini, makannya saya itu kenal deket sama dia, sejak orangtuanya pisah itu sudah disini," kata Wiwik saat ditemui, Selasa (14/8/2018).

Dirinya mengungkapkan bahwa Fadel adalah sosok remaja yang sangat ramah kepada orangtua bahkan terbilang anak yang penurut.

Namun, memasuki sekolah SMP mulai menunjukkan perubahan terkait masa-masa remajanya.

Wiwik mengaku kerap kali mengingatkan ketika Fadel melakukan kesalahan, bahkan Fadel pun menanggapi dengan santun, dikenal sosok yang baik bahkan rajin salat membuat kepergian alamarhum akibat tawuran membuat dirinya mengaku shock dan tekejut.

"Kalo bolos-bolos pernah ketahuan saya ingetin, kamu kalo mau tinggal sama bude harus nurut, dan dia pun nurut. Soalnya dia juga mau dipindah ke solo ikut mama tirinya disana ama ayahnya juga, tapi dia ngak mau, katanya mau tinggal di Jakarta aja sama Bude," katanya.

Sebelum dirinya mendapatkan kabar atas tewasnya Fadel, ia mengaku sempat menasehati Fadel, karena saat itu dia kedepatan pulang pagi hari, namun ia kaget ketika itu Fadel meminta maaf dan pencium tangan sang bibi.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved