Polusi Udara dan Kemarau di Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan Menyarankan Warga Pakai Masker

Musim kemarau dan polusi udara di Kabupaten Bekasi, warga diimbau menggunakan masker saat berpergian atau berkendara.

Polusi Udara dan Kemarau di Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan Menyarankan Warga Pakai Masker
bbc.co.uk
Ilustrasi warga memakai masker. 

WARTA KOTA, BEKASI---Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, baku mutu partikular debu yakni 230 mikrogram per meter kubik.

Angka itu dihitung dari hasil pengukuran selama 24 jam pada satu titik di wilayah kota/kabupaten.

Sementara dari hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi pada 2015 lalu, debu atau total suspended particulate (TSP) telah mencapai angka 455 mikrogram.

Baca: Tidak Punya Alat Pengukur, Kabupaten Bekasi Kesulitan Pantau Kualitas Udara

Pengukuran dilakukan di dekat pintu tol Cikarang Barat, tepatnya di bawah jembatan layang di Desa Pasirkonci, Kecamatan Cikarang Selatan.

Peningkatan polusi debu terjadi di sejumlah titik lainnya, di antaranya di Pasar Serangbaru dengan angka 330,9 mikrogram serta di Pasar Cibarusah sebesar 259,9 mikrogram.

Bahkan, dari hasil pemetaan, terdapat 13 titik yang menjadi lokasi pencemaran udara, terutama debu.

Baca: Ini Masker Cocok Dipakai di Kota Polusi Seperti di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny, mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan memang berpotensi pada gejala gangguan pernapasan.

Kurangnya asupan air serta suhu udara yang meningkat membuat lingkungan kering, sehingga berimplikasi pada kesehatan masyarakat.

"Masyarakat harus mengantisipasi musim kemarau ini dengan mengenakan masker atau penutup wajah saat berkendara ataupun berada di luar rumah," kata Enny, Selasa (14/8/2018).

Enny juga mengimbau, agar masyarakat menjaga pola makan dengan mengonsumsi sayuran dan buah dalam mengantisipasi musim kemarau ini.

Baca: Polusi Udara Jadi Alasan Munculnya Kasus Penyakit Ginjal Tiap Tahun

Selain itu, masyarakat juga harus mengonsumsi air mineral yang cukup guna menghindari adanya dehidrasi di tubuh.

Meski tidak terdapat peningkatan pada jumlah kasus, segala kewaspadaan harus tetap dilakukan.

"Terlebih di wilayah kekeringan seperti di Cibarusah, Bojongmangu dan daerah utara, masyarakat harus juga menjaga kesehatan," kata Enny.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help