Keracunan

Penjual Spaghetti yang Menyebabkan Siswa SD Keracunan Makanan Terancam Dipidanakan

"Kalau terindikasi ada bahan berbaya ya baru bisa diproses, nanti bisa kena Undang-Undang Kesehatan."

Penjual Spaghetti yang Menyebabkan Siswa SD Keracunan Makanan Terancam Dipidanakan
Lifealth
Ilustrasi tubuh keracunan makanan. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 dan 03 Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi keracunan jajanan spaghetti.

Sebanyak 9 di antara ke-15 murid tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Annisa Cikarang.

Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Warija mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan soal siswa yang diduga keracunan usai makan spaghetti.

Makanan tersebut dijajakan pedagang di depan SDN 02-03 Tanjungbaru.

Baca: Makanan dan Minuman Ini Dikonsumsi Setelah Tubuh Mengalami Keracunan Makanan

"Ya kita telah terima laporan tersebut, tapi belum bisa melakukan tindakan lebih lanjut. Masih menunggu hasil laboraturim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi," ujar Warija saat dimintai konfirmasi, Selasa (14/8/2018).

Warija mengatakan, jika hasil laboratorium jajanan yang dijual pedagang mengandung zat berbahaya dan ada unsur kesengajaan maka pedagang bisa dipidanakan.

"Kalau terindikasi ada bahan berbaya ya baru bisa diproses, nanti bisa kena Undang-Undang Kesehatan," ucapnya.

"Untuk hukuman ya tergantung nanti hasilnya dan proses penyelidikan lebih lanjut setelah hasil keluar," ujarnya lagi.

Baca: Mahasiswa Pengisi Acara Wisuda Universitas Pelita Harapan Keracunan Makanan

Sebelumnya diberitakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supriyadi Nata mengatakan telah terjadi keracunan terhadap siswa SDN 02-3 Tanjungbaru.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah mengambil sampel berupa spaghetti dan juga muntahan para siswa yang diduga mengalami keracunan.

Pengujian itu untuk mengetahui kandungan zat di dalam makanan yang dikonsumsi para korban.

"Sudah kita ambil sampelnya untuk diperiksa di laboratorium, hasilnya paling cepat keluar pekan depan, setelah itu kita serahkan ke pihak kepolisian," ujar Supriyadi Nata.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved