Musim Kemarau, Kasus Ispa di Kabupaten Bekasi Terus Bertambah

Menurut dia, penderita ispa berpotensi pada penyakit radang paru-paru atau pneumonia.

Musim Kemarau, Kasus Ispa di Kabupaten Bekasi Terus Bertambah
Kompas.com
Shutterstock/Ilustrasi. 

KASUS infeksi saluran pernapasan atas (ispa) di Kabupaten Bekasi diproyeksikan bakal melebihi angka tahun lalu. Sebab sampai awal Agustus 2018 saja sudah tercatat ada 78.674 penduduk yang terkena ispa.

Sementara jumlah kasus ispa pada tahun 2017 lalu dalam kurun 12 bulan mencapai 125.155 penderita. "Kita terus mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika keluar rumah untuk mencegah terjadinya ispa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny pada Selasa (14/8).

Enny mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan ini menyebabkan debu bertebaran, sehingga bisa mengganggu pernapasan masyarakat. Karena itu, dia menilai penyakit ispa merupakan salah satu ancaman kesehatan yang patu diwaspadai saat musim kemarau.

"Meski belum ada laporan penderita ispa yang mengakibatkan kematian di Kabupaten Bekasi, tapi penyakit ini patut diwaspadai karena bisa menurunkan daya kekebalan tubuh sehingga penyakit lain lebih mudah menyerangnya," jelas Enny.

Menurut dia, jumlah penderita ispa diklasifikasi berdasarkan semua jenjang, dari bayi di bawah lima tahun (balita) hingga orang dewasa. Dari 78.674 kasus ispa saat ini, sebanyak 32.911 penderita merupakan balita.

Jumlah penderita di kalangan balita cenderung lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 29.758 kasus. "Kurangnya asupan air serta suhu udara yang meningkat membuat lingkungan kering, sehingga debu lebih mudah menyerang," katanya.

Selain gangguan saluran pernapasan, lanjut dia, ancaman lainnya yakni penyakit kulit. Meski tidak terdapat peningkatan pada jumlah kasus, segala kewaspadaan harus tetap dilakukan.

Terlebih yang perlu patut waspda warga yang mengalami kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Bojongmanggu dan sekitar wilayah Utara Kabupaten.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana menambahkan jumlah penderita ispa itu berdasarkan data pasien yang berobat ke layanan milik pemerintah seperti puskesmas ataupun RSUD Kabupaten Bekasi.

Diprediksi jumlah tersebut bisa melebihi angka kenyataan, mengingat masyarakat juga banyak yang berobat ke layanan kesehatan swasta seperti rumah sakit, klinik hingga balai pengobatan.

Menurut dia, penderita ispa berpotensi pada penyakit radang paru-paru atau pneumonia. Pada tahun ini jumlahnya sudah mencapai 1.466 balita dan 1.291 pasien di atas lima tahun.

"Kalau tahun lalu pasien pneumonia mencapai 2.615 balita dan 2.256 pasien di atas lima tahun," jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved