Pemilu 2019

Karyawannya Nyaleg, PT JLJ Kaji Aturan Internal dan Eksternal untuk Mirah Sumirat

Manajemen PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, anak perusahaan PT Jasa Marga mengaku telah mengetahui Mirah Sumirat maju sebagai bacaleg DPR RI.

Karyawannya Nyaleg, PT JLJ Kaji Aturan Internal dan Eksternal untuk Mirah Sumirat
Warta Kota/Hamdi Putra
Mirah Sumirat dan salah satu kuasa hukumnya dari kantor advokat Eggy Sudjana, Elida Netty, di Bareskrim Polri, Senin (12/3/2018). 

Ketika dikonfirmasi pada Selasa (14/8/2018) siang, Mirah Sumirat yang maju dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bekasi dan Kota Depok Jawa Barat itu memberikan penjelasan mengenai polemik yang menimpa dirinya dan PT JLJ.

"Pertama, saya masih karyawan PT JLJ. Ke-dua, PT JLJ adalah perusahaan swasta bukan BUMN. Ke-tiga, tahun 2014 lalu banyak sekali karyawan PT JLJ yang maju sebagai caleg dan gak ada masalah. Aturan KPU yang nomor sekian-sekian itu artinya bahwa pegawai BUMN/BUMD, PNS, TNI-Polri itu wajib mengundurkan diri, saya bukan karyawan BUMN," ujar Mirah Sumirat kepada Warta Kota.

Ia merasa heran jika PT JLJ mempermasalahkan upayanya maju sebagai bakal caleg untuk DPR RI.

Sebab, pada pemilu 2014 silam terdapat beberapa karyawan PT JLJ yang maju sebagai caleg namun tidak dipermasalahkan seperti dirinya.

"Sekjen Serikat Karyawan PT JLJ saya Pak Sofyan caleg DPR RI dari Jogja, ibu Ayu dari PKPI Sukabumi gak lolos, Mas Angga dari PDIP gak lolos nggak ada masalah tuh, giliran Mirah Sumirat (dipermasalahkan), karena dengki," ucapnya.

Di sisi lain, justru Mirah Sumirat merasa senang dengan polemik tersebut karena dianggap dapat meningkatkan popularitasnya secara cuma-cuma melalui pemberitaan media.

"Saya menantang kalau ini diteruskan saya senang banget, saya senang banget, asli sumpah, bahagia banget, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya sudah telpon Fadli Zon katanya ramaikan Bu, justru mempermalukan Jasa Marga dan mempermalukan JLJ, mereka gak tahu aturan dan jadi bego," tutur Mirah Sumirat.

Menurutnya, status PT JLJ sudah sangat jelas tertuang dalam akta notaris, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perusahaan.

Jika polemik ini berlanjut dikatakannya hanya akan mempermalukan PT JLJ sendiri.

Mirah Sumirat merasa PT JLJ memendam kebencian terhadapnya sehingga segala upaya yang dia lakukan selalu dipermasalahkan.

"Mereka khawatir, pasti khawatir mereka. Kalau saya jadi abis semua, apalagi kalau Pak Prabowo jadi abis udah, titik. Saya kasih tahu aja biar pada kabur duluan sekarang mendingan gak usah lama-lama di situ daripada nanti malu," kata Mirah Sumirat.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved