Kakek dan Nenek Korban Gempa NTB Punguti Beras di Tengah Jalan

Akses jalan ke Dusun Torean cukup jauh, posisi dusun berada di ujung bukit sebelum dusun terakhir.

Kakek dan Nenek Korban Gempa NTB Punguti Beras di Tengah Jalan
Kompas TV
Penampakan rumah yang hancur akibat gempa di daerah Sembalun, Lombok Timur, NTB. 

SEBUTIR beras amat berarti bagi korban gempa Lombok.

Hal itu dirasakan warga di Dusun Torean, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Akses jalan ke Dusun Torean cukup jauh, posisi dusun berada di ujung bukit sebelum dusun terakhir.

Seorang kakek, Seno (83), bersama istrinya ditemui di tengah jalan oleh relawan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) sedang memungut butiran-butiran beras tercecer di jalan.

Seketika relawan turun dari mobilnya dan membantu sang kakek.

Status yang dituliskan @lomboknesia._ pada Selasa (14/8/2018) itu menggambarkan kakek-nenek warga Lombok, Nusa Tenggara Barat tengah memunguti beras di tengah jalan.

Dalam potret yang diunggah, kakek yang yang diketahui bernama Seno itu dibantu dua orang relawan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) yang melintas di Dusun Torean, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, NTB.

Tidak hanya potret, pernyataan sang kakek yang diketahui bernama Seno terasa sangat memilukan.

Disebutkan kehidupan warga pasca bencana gempa bumi hebat pada Minggu (5/8/2018) hingga kini, selasa (14/8/2018) sangat sulit.

"'Mubazir nak, kami semua di sini membutuhkan makan. Sebab kondisi serba sulit, semua rumah hancur', kata kakek kepada relawan. Meski bercampur debu dan kotor, pasangan suami istri ini tetap mengais dengan sabar sampai bersih. Relawan mendapati masih banyak para pengungsi yang kurang mendapatkan perhatian, salah satunya kondisi warga di Dusun Torean atas," tulis admin @lomboknesia._ lagi.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved