Gempa Lombok

Gempa Lombok NTB Belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional karena Alasan Ini

Penetapan status bencana nasional adalah kewenangan Presiden setelah menerima masukan dari Kepala BNPB.

Gempa Lombok NTB Belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional karena Alasan Ini
Dokumentasi Bagus Oka, Warga Lombok Barat
Suasana di Lombok Barat setelah terjadi gempa pada Kamis (9/8/2018) siang. 

TERCATAT lebih dari 623 gempa susulan, ratusan orang tewas dan ratusan ribu warga mengungsi pasca gempa utama pada Minggu (5/8/2018).

Namun hingga Selasa (14/8/2018) pemerintah pusat belum menetapkan musibah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Bencana Nasional.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, terdapat sejumlah alasan.

Salah satunya berdasarkan pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Kepala BNPB Indonesia.

"Penetapan status bencana nasional adalah kewenangan Presiden setelah menerima masukan dari Kepala BNPB. Saat ini meski belum ada status bencana nasional, penanganan darurat bencana gempa Lombok sesungguhnya sudah skala nasional," ungkapnya lewat status twitternya @Sutopo_PN pada Senin (13/8/2018) malam. 

Meski bukan tingkatan dan status bencana nasional, Sutopo meyakinkan pemerintah pusat akan membantu Pemerintah Daerah NTB, baik anggaran, pengerahan personil, logistik, peralatan dan manajerial.

"Bahkan sampai pascabencana nanti. Hampir lebih dari 95% bantuan pendanaan dari pusat. Tapi Pemda tetap ditegakkan," tambahnya.

Desakan masyarakat kepada pemerintah untuk menetapkan gempa NTB sebagai Bencana Nasional diakuinya sangat besar.

Namun apabila dibandingkan dengan sejumlah bencana yang terekam, gempa bumi NTB terbilang kecil.

"Sejak tahun 2000 sampai sekarang, baru sekali Pemerintah menetapkan bencana nasional yaitu gempa dan tsunami Aceh 2004. Saat itu Pemda Aceh benar-benar lumpuh total. Kerusakan sangat masif dan luar biasa. Korban mencapai lebih dari 200.000 jiwa tewas dan kerugian Rp 49 trilyun," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help