Di Dokumen Tertulis Kucing Bengal, Hewan Mungil Ini Ternyata Bayi Puma

Setelah beberapa hari di dalam IKH, petugas mencurigai fisik hewan buas itu.

Di Dokumen Tertulis Kucing Bengal, Hewan Mungil Ini Ternyata Bayi Puma
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam. 

BALAI Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam.

Menurut Karsad, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan BBKP Bandara Soetta, puma tersebut dibawa oleh penumpang dari Belarusia menggunakan pesawat Turkish Airlines.

"Bayi puma berumur empat bulan ini dilaporkan sebagai kucing Bengal," ungkap Karsad di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (14/8/2018).

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam.
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam. (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

"Memang pemasukan yang dilaporkan Kucing Bengal. Hewan yang dibawa dari Belarusia ini, secara prinsip dia memenuhi persyaratan. Artinya, dilengkapi sertifikat kesehatan, demikian juga dengan buku vaksin," sambungnya.

Karsad menyebutkan, karena dilengkapi Healty Certificate (HC) dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, si 'Kucing Bengal' tersebut dimasukkan ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik BBKP Bandara Soetta untuk proses Karantina.

Setelah beberapa hari di dalam IKH, petugas mencurigai fisik hewan buas itu. Gerak-geriknya juga tidak mirip kucing Bengal seperti yang dilaporkan dalam dokumen.

Baca: Panik saat Gempa Susulan 6,2 SR Mengguncang Lombok, Sam Aliano Lari Tanpa Celana

"Namun berkat kejelian dan ketelitian petugas karantina dan dokter hewan kami, ternyata secara fisik hewan tersebut berbeda dengan yang ada di dokumen. Ternyata hewan ini adalah puma," beber Karsad.

Karena ciri-ciri fisik dengan dokumen atau sertifikat tidak sesuai, pihaknya memutuskan untuk mengembalikan hewan tersebut ke negara asalnya, alias dilakukan reekspor.

"Karena tidak sesuai, terhadap hewan tersebut dilakukan penolakan dan akan segera kita kembalikan ke negara asalnya," katanya.

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam.
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) mengamankan seekor bayi puma atau singa gunung, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/8/2018) malam. (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

Menurut Karsad, orang yang membawa hewan ini melanggar administratif yang bersifat tindak pidana ringan

"Dari sisi pelanggaran hukum pasti ada, tetapi pelanggaran ini masih bersifat tipiring secara administratif. Karena HC itu ada dan persyaratan terpenuhi, dan dari sisi administrasi dia tidak sesuai antara administrasi dengan fisik barang," jelasnya.

Karsad menambahman, tupoksi perkarantinaan adalah mencegah masuknya hama penyakit. Maka, karena ini adalah jenis kucing, jajarannya mengantisipasi sedemikian rupa agar puma ini tidak menjadi HPR (Hama Pembawa Rabies).

"Maka kami antisipasi menjadi penularan setibanya di Indonesia, apalagi kalau hewan ini lepas," ucap Karsad. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help