Alat Komunikasi Nelayan Tidak Standar Pelayaran, Penerbangan Bisa Terganggu

“Kami pernah mendapatkan aduan dari penerbanganyang terganggu karena alat komunikasi pelayaran

Alat Komunikasi Nelayan Tidak Standar Pelayaran, Penerbangan Bisa Terganggu
Kompas.com
Ilustrasi kapal nelayan. 

Nelayan diharapkan tidak memakai alat komunikasi bukan khusus pelayaran.

Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan masih banyak nelayan yang tidak mematuhi aturan tersebut.

“Ada ribuan nelayan kita, memerlukan sistem komunikasi, namun mereka menggunakan perangkat tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Dirjen SDPPI Kominfo Ismail di sela sosialisasi Tepat Menggunakan Alat Telekomunikasi di Bekasi, Senin (13/8/2018).

Ismail menjelaskan selama ini menggunakan alat yang potensi mengganggu perangkat lain termasuk penerbangan.

Karena itu, pihaknya perlu mensosialisasikan lebih kepada publik agar menggunakan perangkat telematika yang sudah bersertifikasi.

“Yang menggunakan stasiun radio, kami mengimbau agar mengurus izin,” ujarnya.

Ia mengatakan, mengurus izin stasiun radio cukup mudah, bahkan hanya memerlukan waktu sehari. Ia menambahkan, setiap tahun, pihaknya menerbitkan sekitar 3.500 sertifikat bagi perangkat telematika.

“Dari sekian banyak, mungkin ada beberapa persen perangkat yang hadir di masyarakat tanpa ada sertifikasi,” ujarnya.

Karena itu, perangkat tak bersertifikast Kominfo, pihaknya tak bisa menjamin dari segi kualitas. Justru perangkat yang beredar tersebut berpotensi mengganggu baik kesehatan hingga penerbangan.

“Kami pernah mendapatkan aduan dari penerbanganyang terganggu karena alat komunikasi pelayaran tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, paling banyak nelayan yang menggunakan perangkat komunikasi tak bersertifikat di wilayah Pantura Jawa, dan Indonesia Timur. Karena itu, pihaknya menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah untuk menekan penggunaan perangkat ilegal.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved