Air di Shelter Kampung Kunir Tamansari Asin Tak Bisa Dikonsumsi Warga

Shelter yang lokasinya berada di Kawasan RW 006 Kelurahan Pinangsia, Tamansari terpantau akan segera rampung.

Air di Shelter Kampung Kunir Tamansari Asin Tak Bisa Dikonsumsi Warga
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin. 

ADA puluhan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kampung Kunir, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, kini, telah mendapat jatah hunian shelter, yang diberikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin.

Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin.
Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Shelter yang lokasinya berada di Kawasan RW 006 Kelurahan Pinangsia, Tamansari terpantau akan segera rampung.

Nampak para pekerja di lokasi tengah memoles bangunan shelter itu di bagian tembok dan lantainya.

Kondisi bangunan shelter itu sendiri terbilang mirip dengan bangunan semi permanen yang berlokasi di kawasan kumuh Jakarta.

Suasana di dalam shelter itu sendiri juga nampak terasa pengap dan mirip kos-kosan yang berukuran kecil atau kurang dari 3 X 6 meter persegi.

Terlihat di bagian kerangka bangunan ada baja ringan yang memperkokoh bangunan.

Apabila menyentuh tembok tak nampak kekokohannya dan bahkan bahannya ini pun mudah terbakar.

Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin.
Walaupun shelter belum sepenuhnya rampung serta tahap finishing, para warga ternyata mengeluhkan mengenai kondisi aliran air untuk dikonsumsi karena terasa asin. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Shelter ini nampak saling berhadapan dengan shelter lainnya.

Di satu sisi satu lantai, dan sisi lainnya ada dua lantai dengan cat serupa putih dan cokelat.

Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved