Pilpres 2019

Wakil Ketua Umum PPP: Hati-hati Milenials, Jangan Pilih Santri Poles

"Sosok Sandi dipaksa menjadi santri. Kalau Pak Prabowo dan Sandi enggak masuk level itu ya," ujar Arwani.

Wakil Ketua Umum PPP: Hati-hati Milenials, Jangan Pilih Santri Poles
Warta Kota/Henry Lopulalan
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno di atas podium usai menyerahkan syarat pencalonan menjadi calon presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (10/8/2018). 

WAKIL Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi menyebut bakal cawapres Sandiaga Uno sebagai sosok yang dipaksakan sebagai santri.

Bahkan, dirinya menyebut pasangan bakal capres Prabowo Subianto itu sebagai 'santri poles'.

"Hati-hati milenials, jangan asal pilih. Hendaknya bijaksana melihat santri yang benar santri, bukan 'santri poles' atau disantri-santriin," kata Arwani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Baca: Pelajar dan Difabel Dapat 25 Ribu Tiket Gratis Asian Games 2018, yang Suka Bolos Tak Kebagian

Dalam hal ini, Arwani menyindir sosok Sandiaga Uno yang kerap disebut-sebut sebagai santri milenial. Padahal, ia berpendapat, Sandiaga Uno sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan santri.

"Sosok Sandi dipaksa menjadi santri. Kalau Pak Prabowo dan Sandi enggak masuk level itu ya," ujar Arwani.

Tidak hanya menyindir soal santri, Arwnai juga mengatakan saat ini banyak ulama yang bermunculan, namun keberadaannya justru mengkhawatirkan.

"Ulama juga banyak, klaim-klaim sepihak juga banyak. Ini bagian yang kita khawatirkan, yakni soal milenial dan soal agama," tutur Arwani. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help