Susu Kental Manis Masih Jadi Minuman Favorit

Susu kental manis yang sempat menjadi buah bibir ternyata masih menjadi minuman favorit.

Susu Kental Manis Masih Jadi Minuman Favorit
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Seminar Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis di Universitas Indonesia. 

KANDUNGAN gula yang terdapat dalam Susu Kental Manis (SKM) membuat beberapa kalangan mempertanyakan posisi SKM sebagai pemenuhan kebutuhan susu di masyarakat.

Meski demikian, SKM memang banyak dipilih masyarakat saat ini dibandingkan jenis susu yang lain.

Ketua PERGIZI Pangan Prof Dr Ir Hardinsyah, MS menjelaskan dari sisi budaya dan sejarah, susu kental manis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai jenis makanan dan minuman di Indonesia sejak zaman dahulu.

Berbagai produk makanan lokal juga menggunakan susu kental manis dalam resepnya. Dari sudut
pandang sosial, keberadaan susu kental manis sampai saat ini masih menjadi pilihan keluarga bagi kebutuhan konsumsi susu di kalangan masyarakat.

Berdasarkan Survei Sosial dan Ekonomi Nasional pada tahun 2016, rumah tangga masyarakat kota maupun desa di Indonesia paling banyak membeli susu jenis kental manis sebesar 66,1 persen.

"Oleh karena itu tak heran jika bergulirnya berita miring mendapatkan perhatian besar dan mengubah persepsi masyarakat yang selama ini aman-aman saja mengonsumsi susu kental manis," kata Prof Hardinsyah saat bicara dalam Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang berjudul “Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis,” di Universitas Indonesia, belum lama ini.

Ia mengatakan, edukasi gizi merupakan tanggung jawab bersama dari Pemerintah, dunia akademik dan industri.

Semua pemangku kepentingan diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi keresahan dan kebingungan dengan informasi yang beredar.

“Regulasi terkait iklan dan pembatasan konsumsi makanan bergula harusnya
diawali dan disertai dengan fakta (eviden) yang kuat dan edukasi gizi yang tepat.
Konsekuensi misregulasi bisa menimbulkan masalah baru termasuk masalah
ekonomi dan kesehatan masyarakat," ujar Hardinsyah.

Apalagi, dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, konsumsi susu nasional masih tergolong rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2017 konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved